Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Benarkah Pasak Bumi Berkhasiat bagi Vitalitas Pria?

Pasak bumi yang memiliki nama latin Eurycoma longifolia, telah dikenal sebagai simbol ego dan kekuatan pria

Editor: Aldi Ponge
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pasak bumi yang memiliki nama latin Eurycoma longifolia, telah dikenal sebagai simbol ego dan kekuatan pria, karena dapat meningkatkan kejantanan dan kesehatan secara umum.

Tanaman ini banyak tumbuh di pedalaman Kalimantan.

Sejak lama tumbuhan ini dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai pengobatan alami untuk berbagai penyakit, seperti sebagai antimalaria, antipiretik (mengurangi demam), dan afrodisiak.

Afrodisiak adalah zat kimia yang digunakan untuk merangsang daya seksual. Kata ini berasal dari mitologi Yunani dan dikaitkan dengan sang dewi cinta Aphrodite.

Mekanisme afrodisiak terbagi tiga yaitu meningkatkan dan memperbaiki kualitas sperma, meningkatkan gairah seksual, dan melancarkan peredaran darah ke penis (meningkatkan durasi ereksi).

Telah banyak penelitian yang mengungkap khasiat pasak bumi dalam meningkatkan kinerja seksual, termasuk peningkatan serum konsentrasi testoteron.

Seiring bertambahnya usia, pria cenderung mengalami kondisi yang berkaitan dengan berkurangnya produksi testosteron yang disebut andropause, hingga menyebabkan sejumlah masalah serius.

Kondisi yang terkait dengan andropause di antaranya kurangnya libido, berkurangnya tingkat energi, peningkatan lemak tubuh, dan kelelahan mental.

Terapi penggantian testosteron merupakan pilihan bagi banyak pria, namun sangat mahal dan juga berisiko terkena efek samping.

Hal ini membuat pria mencari alternatif dari alam, dan pasak bumi adalah salah satunya.

Berikut ini adalah khasiat pasak bumi, yang dikutip Kompas.com dari laman Meetdoctor.com.

1. Meningkatkan testosteron

Pasak bumi mengandung senyawa eurycomanone yang berfungsi untuk mengoptimalkan pembentukan hormon pria (testosteron).

Peningkatan testosteron memiliki banyak efek yang bermanfaat untuk meningkatkan kinerja seksual, pertumbuhan otot, dan produksi sperma.

Sebuah studi di Malaysia, yang diterbitkan pada 2012 menguji 76 pria yang hanya memiliki 35 persen kadar testosteron dalam kisaran normal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved