Sharing Bersama KSEI, Kapolri: Stabilitas Keamanan Jaminan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Jenderal Tito Karnavian menyampaikan, Indonesia berpotensi menjadi negara dominan dengan pertumbuhan ekonomi diatas 5%

Sharing Bersama KSEI, Kapolri: Stabilitas Keamanan Jaminan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Istimewa
Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi menyerahkan cenderamata kepada Kapolri Jendral (Pol) H.Muhammad Tito Karnavian Ph.d disaksikan oleh Direktur Utama BEI Tito Sulistio 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan sharing session kepada para pemakai jasa KSEI. Acara berttema Indonesia 2018 - Sailing Through Economic and Political Tide itu berlangsung di Galeri Bursa Efek, 20 November 2017 lalu.

Sekitar 600 undangan yang terdiri dari Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komisaris dan Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) serta para pemakai jasa KSEI yang terdiri dari Perusahaan Terdaftar (Emiten).

Kemudian, Perusahaan Efek, Bank Kustodian, Biro Administrasi Efek, Bank Pembayaran, Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (RDN), Agen Penjual Reksa Dana dan Manajer Investasi.
Kapolri, Jenderal (Pol) Tito Karnavian membuka rangkaian kegiatan dengan membuka Perdagangan Bursa Efek Indonesia yang juga menjadi narasumber sharing session.

Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa untuk berinvestasi di Pasar Modal Indonesia para pelaku usaha harus memperhatikan aspek ekonomi, dan politik dalam negeri.

“Kita sebagai pelaku juga harus mengetahui update terbaru dalam kedua aspek ini. Pada acara kali ini KSEI menghadirkan tokoh-tokoh yang sangat kompeten di bidangnya dan dapat memberikan pandangannya untuk perencanaan strategi bisnis di 2018,” imbuh Friderica.

Friderica juga manyampaikan kinerja KSEI dan program kerja utama, seperti e-voting, dan update pertumbuhan Single Investor Identification (SID), total aset yang tercatat di sistem C-BEST KSEI dan beberapa kinerja lainnya.

Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 2A OJK Yunita Linda Sari mengucapkan terima kasih kepada KSEI dan seluruh pemakai jasa KSEI yang telah berperan serta dalam mengembangkan Pasar Modal Indonesia.

“Kami berharap melalui kegiatan ini akan terjadi diskusi yang konstruktif dan berkontribusi optimal serta menjadi wahana untuk berbagi pengetahuan di antara pelaku pasar modal,” ujarnya.

Pada sesi pertama sharing session, Jenderal Tito Karnavian menyampaikan, Indonesia berpotensi menjadi negara dominan dengan pertumbuhan ekonomi diatas 5% serta adanya stabilitas keamanan dan politik.

Saat ini demokrasi mengarah pada liberalisme. Demokrasi yang baik akan menciptakan check and balance. Persoalan yang harus diwaspadai adalah demokrasi kebablasan yang kemudian diterjemahkan boleh berbuat apa saja sehingga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dan politik.

” Dalam menghadapi Pilkada, saya berharap para kontestan politik jangan menjual isu SARA, namun lebih kepada program kerja agar tidak mengoyak keberagaman. Polri dan TNI solid dalam menjaga keamanan dan stabilitas politik di Indonesia, investor tidak perlu ragu berinvestasi di Indonesia.”

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved