Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jangan Sepelekan! Bocah ini Meninggal Gara-gara Kutu Rambut

Beberapa hari yang lalu, dua anak di Boyolali, Jawa Tengah, dikabarkan tewas setelah tangani gatal akibat kutu rambut.

Tayang:
Editor:
TribunManado/Kolase
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Beberapa hari yang lalu, dua anak di Boyolali, Jawa Tengah, dikabarkan tewas setelah menggunakan pestisida pembasmi hama tanaman untuk menangani kutu rambut.

Selain kedua anak dan orangtuanya, mungkin masih banyak orang Indonesia yang tidak mengetahui cara menangani kutu rambut yang benar.

Dilansir dari WebMD dan artikel Healthline yang diulas oleh dokter Steven Kim, MD, kutu adalah serangga kecil yang hidup pada manusia dan memakan darah.

Walaupun tidak melompat atau terbang, kutu dapat dengan mudah disebarkan melalui kontak dekat dan berbagi benda-benda personal, seperti sisir, jepit rambut, headphone, dan topi, dengan orang yang terinfeksi kutu.

Serangga ini juga dapat hidup untuk waktu yang lama di dalam perabotan yang berkain, handuk, alas tempat tidur, dan pakaian.

Selain itu, menurut Dr Abraham Arimuko, SPKK, MARS, kurang menjaga kebersihan dapat menjadi faktor penyebab kutu.

Oleh karena itu, populasi yang paling berisiko terinfeksi kutu adalah anak-anak sekolah playgroup, TK, dan SD.

Mereka biasanya bermain dengan kontak dekat dan berbagi benda-benda yang menyentuh kepala mereka.

Keluarga dari anak-anak di usia sekolah muda dan orang-orang yang bekerja di playgroup, TK, dan SD juga memiliki risiko tinggi.

Ketika pertama kali terkena kutu rambut, seseorang mungkin tidak akan merasakan apa-apa.

Rasa gatal pada kulit kepala biasanya baru mulai berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah kutu menyebar.

Rasa gatal ini biasanya juga dibarengi oleh perasaan adanya sesuatu yang berjalan-jalan di kulit kepala dan luka akibat menggaruk kulit kepala.

Jangan menggaruk kepala ketika kutu menyerang. Goresan kuku dapat melukai kulit dan menyebabkan infeksi lebih lanjut.

Dalam kasus kutu rambut yang lebih parah, rambut bahkan bisa rontok dan area kulit yang terinfeksi oleh kutu bisa berwarna gelap.

Untuk memastikan bila Anda telah terinfeksi kutu rambut atau tidak, WebMD menyarankan untuk mengunjungi dokter.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved