Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

PDIP Santai Golkar Bajak Kadernya

PDIP tidak mempersoalkan mengenai kadernya yang dibajak oleh Partai lain, termasuk oleh Partai Golkar

Penulis: Ryo_Noor | Editor:
zoom-inlihat foto PDIP Santai Golkar Bajak Kadernya
FACEBOOK
Franky Wongkar.

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

MANADO, TRIBUN - PDIP tak mempersoalkan kadernya dibajak Partai lain, termasuk partai Golkar.

Franky Wongkar, Sekretaris DPD PDI-P Sulut mengungkapkan, ada kader partai politik pindah ke partai politik lain itu sudah lumrah, dan tak jadi persoalan.

Hal ini merujuk, Paetai Golkar yang membajak kader kader PDI-P.  Misalnya Bupati Sangihe Jabes Gaghana dan Ivan Sarundajang Wakil Bupati Minahasa.

"Tidak apa apa, biasa itu. Golkar juga ada uang masuk PDIP," ungkap Wakil Bupati Minahasa Selatan ini

Menurut Wongkar, Golkar tntu punya strategi tersendiri, itu tentu urusan internal partai Golkar, dan PDIP tidak mau mencampuri urusan partai lain.

"Kami urus partai dengan taktik dan strategi PDI-P sendiri. Masalah rekrutmen itu masing - masing partai punya cara tersendiri," kata dia.

Memilih partai, itu merupakan hak politik seseorang dam tidak bisa larang.

Andai juga kader Golkar mau masuk PDI-P tentu tak bisa dilarang

"Tak ada yang melarang, boleh saja," ujarnya.

Meski begitu, Wongkar mengaku, belum ada peralihan kader partai lain untuk masuk PDIP. Begitu pun yang coba lobi-lobi masuk PDIP.

Ketimbang mengurus partai lain, PDIP sedang fokus menyiapkan diri di Pilkada 2018.

Nama-nama calon yang bakal diusung sudah mencuat.

Minahasa dan Mitra kemungkinan besar masih akan mempertahankan calon petahana. Jantje Wowiling Sajouw di Minahasa dan James Sumendap di Mitra

Tinggal wakil saja yang akan disiapkan.

"Prosesnya sudah hampir selesai. Sudah mau ditetapkan tinggal menjalani Fit proper test, tes psikologi,  tunggu hasil DPP," kata dia.

Secara umum, PDI-P fokus memenangkan 3 daerah yang status kepala daerahnya Incumbent.

Yakni Minahasa, Mitra dan Sitaro.

Kata Wongkar, sebenarnya dengan Talaud namun sayang PDIP sudah pecah kongsi dengan Sri Wahyuni Manalip Bupati Talaud.

"Bupatinya kan sudah tidak dengan PDI-P," ujarnya.

Tiga daerah prioritas itu untuk memajukan kader PDIP sebagai calon Bupati.

Dua daerah lagi yang potensial dimenangkan yakni Kotamobagu dan Bolmut.

"Kotamobagu dan Bolmut koalisi dengan PDIP," ungkapnya.

Koalisi dimaksud yakni PDI-P hampir pasti mengusung Tatong Bara di Kotamobagu dan koalisi di Bolmut mengusung Incumbent Depri Pontoh.

PDI-P kata Wongkar cukup realistis memajukan Wakil dari kader PDIP untuk mendampingi petahana "PDI-P bisa wakil," ujarnya.

Usai Pilkada ada kontestasi Pemilihan Legislatif, namun kata Wongkar, Partai belum konsentrasi ke situ.

"Belum ada, kita konsentrasi di Pilkada. Nanti ada seleksi lagi. Kita masih bicara Pilkada," ungkapnya.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved