Breaking News
Jumat, 29 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

(VIDEO) Jembatan Gantung di Jogja Ini Luluh Lantah akibat Hujan Deras

Hujan yang terus menerus mengguyur DI Yogyakarta dan sekitarnya dalam tiga hari terakhir telah membuat sejumlah sungai meluap

Tayang:
Editor:

Meskipun sangat membahayakan dan sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan, namun warga masih tetap nekat melintasi jembatan tersebut.

Bahkan setiap hari tidak hanya warga Seloharjo maupun Srihardono saja yang menggunakan jembatan tersebut.

Warga luar daerah seperti dari Gunungkidul juga masih menggunakan jembatan itu untuk melintasi Sungai Opak.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY mencatat saat ini rata rata hujan di DIY sudah masuk kategori lebat.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono menginformasikan rata rata hujan sudah diatas 100 mm per hari.

Djoko mengatakan dengan angka tersebut, saat ini apa yang terjadi di DIY sudah termasuk ekstrem.

Lantas apakah saat ini sudah memasuki puncak musim hujan?

Djoko mengatakan apa yang terjadi saat ini adalah dampak cuaca harian akibat adanya badai Cempaka di perairan selatan Yogyakarta.

Sementara untuk puncak musim hujan orientasinya bukan harian namun bulanan.

"Secara normalnya CH (curah hujan) bulanan tertinggi terjadi pada bulan Januari. CH hujan dipuncaknya bisa mencapai 400 hingga 600 mm per bulan," katanya.

BMKG Yogyakarta telah mengeluarkan peringatan dini cuaca yang berlaku mulai 28 November 2017 hingga 30 November 2017.

Badai Cempaka yang ada di perairan Selatan Jawa, bergerak ke arah timur dan mengakibatkan belokan angin dan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di atas DIY.

Sementara aliran masa udara basah dari barat menyebabkan kondisi udara di sekitar Jawa dan DIY menjadi sangat tidak stabil.

Akibat dari interaksi kedua fenomena tersebut berdampak terhadap kondisi cuaca di wilayah DIY, berupa potensi hujan sedang hingga sangat lebat di sebagian besar Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, sebagian besar Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul bagian selatan dan sebagian besar Kabupaten Gunung Kidul.

Sementara potensi peningkatan kecepatan angin di sebagian besar Kabupaten Sleman, sebagian besar Kabupaten Kulon Progo dan sebagian besar Kabupaten Gunung Kidul.

Untuk gelombang tinggi di perairan selatan antara 2,5 hingha 6 meter.

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi terjadinya bencana.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved