Tiga Rumah Warga Kiniar Diamuk Puting Beliung
Rumah keluarga Angkow-Raturambi rusak di bagian seng di dapur, dan rumah keluarga Mocholinu-Rambitan yang mengalami kerusakan cukup parah,
Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus
TONDANO,TRIBUN - Tiga rumah di kelurahan Kiniar, Kecamatan Tondano Timur terkena bencana alam puting beliung, Selasa (14/11).
Tiga rumah tersebut milik keluarga Tumelap Korengkeng yang mengalami rusak berat sebagian atap rumah terangkat, bahkan bagian dinding rumah mereka rusak.
Rumah keluarga Angkow-Raturambi rusak di bagian seng di dapur, dan rumah keluarga Mocholinu-Rambitan yang mengalami kerusakan cukup parah, setengah atap rumah bagian depan tercabut dan jatuh ke tanah saat kejadian angin puting beliung terjadi.
Beruntung saat kejadian tidak ada korban jiwa di tiga rumah tersebut.
Jemmy Tumelap mengatakan, saat kejadian ia berada di rumah sambil menonton televisi, kemudian mendengar suara besar dan merasakan angin dan sebagian atap rumahnya terangkat dan terbang tersapu angin kencang.
"Saya dengar angin kencang dan melihat seng sudah terangkat, saya lari ke ruangan tengah namun ternyata atapnya juga terangkat," jelasnya.
Sementara itu istrinya Fike Korengkeng menjelaskan bahwa saat itu dia berada dalam kamar."Saya dengar suara keras juga dan keluar melihat sebagian atap rumah sudah tidak ada," jelasnya.
Ia mengatakan, sebagaian seng atap rumah mereka masih ditemukan namun sebagian lagi sudah terbang jauh, sebagian Diding rumah juga hancur bahkan bagian dapur sudah rusak dan papannya juga tercabut semua.
Sekarang mereka sementara mengumpulkan kembali puing-puing rumah yang dirusak oleh angin puting belung.
"Kami akan tetap tinggal di sini, sambil memperbaiki bagian rumah yang rusak, mungkin bagian atap akan kami tutup dengan terpal untuk sementara waktu," jelasnya.
Jemmy juga berharap bantuan dari pemerintah."Semoga ada perhatian pemerintah supaya rumah kami bisa diperbaiki kembali," jelasnya.
Rumah tersebut sudah lama dihuni olehnya dan enam anggota keluarga lainnya.
Sementara itu, Elsye Rambitan mengaku terkejut saat mendengar suara keras di rumahnya yang ternyata sebagian atap depan rumahnya terangkat dan terhempas ke tanah oleh angin.
"Saya sementara menjahit,, kaget dengar suara keras, saya lari ke dapur ternyata bagian depan rumah yang atapnya tercabut," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/istimewa_20171114_172247.jpg)