Kue Cucur 'Perawan' Erika Tembus Pasar Modern
Erika Jenie Rintjap warga Perkamil Manado terus mengembangkan usaha yang digelutinya bersama suami tercintanya.
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID - Erika Jenie Rintjap warga Perkamil Manado terus mengembangkan usaha yang digelutinya bersama suami tercintanya Yesua Vinod untuk membuka usaha di bidang kuliner.
"Awalnya saya hanya iseng saja membuat kue cucur," ujarnya saat ditemui, Jumat (3/11/2017).
Erika menambahkan kue tersebut kemudian dibagikan kepada saudara maupun teman-teman. Mereka kemudian memberikan tanggapan yang baik, yaitu mengatakan kue bikinannya memiliki rasa lezat.
Berbeda dibandingkan dengan lainnya.
"Kemudian beberapa langsung memesan," ungkapnya.
Untuk kue cucur Manado memiliki perbedaaan dari segi rasa dibanding dengan daerah lain. Sehingga teman-temannya yang berada di Jakarta banyak yang memesan untuk berbagai kegiatan.
Memang bentuk kue cucur perawanny berbeda dibandingkan dengan yang lainnya, kue berbentuk bundar dari bahan tepung beras tersebut tengahnya tidak mekar, melainkan tetap tertutup rapat.
Sehingga ketika sepintas melihatnya, seperti gagal membuatnya.
Padahal kue tersebut memang telah jadi. Apalagi pada pinggirnya terasa renyah ketika digigit. Hal ini berbeda dengan kue yang sama pada umumnya.
"Untuk resepnya saya belajar sama ibu," ungkapnya.
Setelah rasa original telah berhasil dibuat, dia kemudian mengembangkan kue cucur dengan berbagai rasa seperti kopi, coklat, nangka dan durian.
Dengan varian rasa tersebut peminatnya semakin banyak. Sehingga tak heran pesanan pun semakin banyak.
"Saya membuatnya hanya sesuai pesanan saja, dengan memanfaatkan media sosial facebook," katanya.
Namun untuk di jakarta kue cucurnya telah masuk Foodmart Xkspres. Hanya di sekitar rumah saya saja. Padahal pengelolanya ingin kue produksinya memasuk keseluruh cabang di Indonesia, namun hal tersebut belum terlaksana.
Untuk harganya kue cucur original Rp3.000
Kopi Rp4.500, coklat dan nangka Rp5.000 dan durian Rp6.000. "Setiap bulan biasanya saya membuat sekitar 2.000 kue cucur," katanya.
Selain kue cucur dirinya juga membuat sambal roa, abon cakalang, selai nanas, srikaya dengan merk "Langsung Lapar". "Untuk pemasarannya juga melalui media sosial. Dan banyak dipesan dari Jabotabek," ungkapnya.(erv))
Ingin Terus Kembangkan Usaha
ERIKA sapaan akrabnya mengungkapkan akan terus berusaha mengembangkan usaha hingga menjadi besar.
"Bisnis kuliner ini cukup menjanjikan makanya kami mengembangkan usahanya," ujarnya.
Untuk itu kedepannya dia berusaha akan mengembangnya dengan membuat toko. Agar masyarakat semakin mudah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/erika-dan-cucur_20171104_122103.jpg)