Industri Permodalan Incar Sektor Produktif

Pembiayaan pada sektor produktif bakal membaik. Industri pembiayaan mengklaim siap untuk memperbesar.

Industri Permodalan Incar Sektor Produktif
Kristianto Purnomo (KP)
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pembiayaan pada sektor produktif bakal membaik. Industri pembiayaan mengklaim siap untuk memperbesar penetrasi di sektor pembiayaan produktif. Khususnya pembiayaan untuk UMKM.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengakui masih ada pekerjaan rumah bagi pelaku usaha di segmen pasar ini. Meski begitu ia yakin perusahaan pembiayaan bakal makin serius menyasar segmen ini.

Pasalnya ia menilai potensi bisnis ke sektor produktif masih sangat besar. Meski saat ini porsinya terbilang masih mini. "Secara nominal memang kecil, namun kala dilihat dari pertumbuhannya itu tinggi," kata dia baru-baru ini.

Ditambah lagi, ia menyebut langkah ini sejalan dengan program pemerintah yang mengiginkan meningkatnya dukungan bagi UMKM dari sisi pembiayaan.

Outstanding pembiayaan modal kerja untuk UMKM memang baru mencapai Rp 24,61 triliun per September kemarin. Jumlah itu hanya mewakili 5,9% dari total piutang pembiayaan yang mencapai Rp 410,84 triliun.

Namun pada periode yang sama di tahun lalu, piutang pembiayaan di segmen ini baru berada di angka Rp 18,33 triliun. Artinya secara tahunan mengalami kenaikan setinggi 34,2% alias jauh lebih tinggi dari pertumbuhan total outstanding pembiayaan yang berada di kisaran 8%.

Hal ini menurut dia menunjukan bahwa pelaku usaha pun makin banyak yang bermain di sektor produktif. Dengan melihat tren seperti ini, ia optimis ke depan penyaluran pembiayaan ke sektor ini bisa makin deras.

Sementara Direktur Utama PT Pro Car International Finance Gusti Wira Susanto menyebut sektor produktif seperti UMKM sudah mulai dimasuki sejak beberapa tahun lalu. Diantaranya ke sektor industri kreatif yang belakangan tumbuh subur.

Namun ia mengakui masih ada beberapa tantangan untuk bermain di segmen ini. Diantaranya soal manajemen dan tata kelola UMKM yang belum optimal. *

Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved