Pemerintah AS Pesan Tiket Khusus untuk Jenderal Gatot Nurmantyo
Polemik pelarangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk ke Amerika Serikat terus berlanjut.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Polemik pelarangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk ke Amerika Serikat terus berlanjut.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku kecewa setelah dirinya gagal berangkat ke Amerika Serikat menyusul adanya larangan terbang ke Washington oleh otoritas negara itu.
Namun demikian, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menjelaskan Gatot Nurmantyo tidak bisa masuk ke AS karena adanya keterlambatan penerbitan dokumen dari protokol keamanan AS.
Seperti dikutip Kantor berita AP dan Reuters, Juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Dave Lapan mengatakan pihaknya sudah menginformasikan kepada Kedutaan AS di Jakarta agar menyampaikan pesan ke kantor Gatot.
Isi pesan tersebut menyebutkan bahwa penerbangan Gatot dan rombongan ke AS kemungkinan akan tertunda, karena protokol keamanan negara itu. Tidak dijelaskan apa detil protokol keamanan yang dimaksud.
"Kami tidak dapat menyampaikan kepada publik secara khusus masing-masing kasus individu," ujar Lapan kepada Reuters, Selasa (24/10).
Pemerintah AS kemudian memesankan kembali tiket untuk Gatot Nurmantyo untuk penerbangan selanjutnya. "Tetapi, dia memilih untuk tidak terbang," kata Dave Lapan.
Tidak diketahui apakah ini berarti Gatot telah mengetahui bahwa penerbangannya akan tertunda.
Sementara itu, Gatot Nurmantyo mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/10). Ini merupakan pernyataan pertama Panglima TNI setelah insiden tersebut.
"Kalau dikatakan saya kecewa, saya kecewa. Kenapa saya kecewa? Karena saya bersahabat dengan Jenderal Dunford," kata Gatot.
Jenderal Joseph F Dunford adalah Panglima Angkatan Bersenjata AS yang mengundang Gatot untuk menghadiri konferensi tentang pertahanan dalam menghadapi gerakan kekerasan oleh kelompok ekstrimis di Washington DC, AS.
Gagalnya Panglima TNI pergi ke AS dikhawatirkan timbulkan spekulasi politik
Kasus Gatot Nurmantyo dicekal, Menhan AS minta maaf kepada Menhan RI
Kedubes AS 'siap fasilitasi' kepergian Panglima TNI ke AS. Menurutnya, rencana kehadirannya dalam acara tersebut merupakan perintah Presiden Joko Widodo.
Menurut Panglima TNI, rencana kehadirannya dalam acara konferensi masalah pertahanan di AS merupakan perintah Presiden Joko Widodo.
Di hadapan wartawan, Gatot kemudian menggambarkan salah-satu peristiwa yang menunjukkan betapa dia memiliki kedekatan dengan Jenderal Dunford. Ini terjadi saat dia berkunjung ke kediamannya, dua tahun lalu.
"Pada saat saya kesana saya coffee morning di rumahnya yang asri, malamnya diajak dinner (makan malam) yang enak. Yang lebih luar biasa lagi dinyanyikan lagi Bengawan Solo," ungkapnya. Lagu itu dinyanyikan oleh para prajurit AS.
'Tidak usah berangkat'
Setelah memperoleh informasi bahwa dirinya dilarang terbang ke AS, Sabtu (21/10), Gatot mengaku langsung melaporkannya kepada Presiden dan kementerian terkait.