Mitra - Begini Kisah Nelayan yang Tetap Melaut Meski Cuaca Buruk
Beberapa mobil pick up terlihat mengantre di dermaga Perikanan Desa Borga, Rabu (25/10). Saat itu cuaca tampak mendung
Penulis: | Editor: Siti Nurjanah
Laporan Wartawan Tribun Manado Valdy Vieri Suak
TRIBUNMANADO.CO.ID - Beberapa mobil pick up terlihat mengantre di dermaga Perikanan Desa Borga, Rabu (25/10). Saat itu cuaca tampak mendung, hujan gerimis terlihat membasahi puluhan orang yang lalu-lalang di atas Dermaga.
Terlihat, sebuah kapal pencari ikan Pajeko sandar di Dermaga.
Warga di atas Dermaga bergantian memberikan keranjang.
Saat itu Pajeko yang baru masuk membawa hasil tangkapan.
Hanya sedikit yang berani melaut, ikan pun kurang.
Sehingga warga yang sebagian besar pengepul ikan berebut membeli ikan dari salah satu Pajeko.
Dibalik adanya ikan meski cuaca buruk, terselip kisah para nelayan yang bertaruh nyawa di tengah laut.
Salim Kantuhe misalnya, katanya meski cuaca buruk tetap memaksakan diri untuk melaut.
"Sebab kalau kita melaut saat cuaca buruk ikan jadi mahal. Sebab tak banyak yang mencari ikan," katanya.
Dia mengatakan, jika biasanya ikan dalam satu box hanya dibayar Rp 1 Juta saat ini bisa laku sampai Rp 1,5 Juta.
"Itu untuk ikan malalugis yang biasanya kami dapat," akunya.
Kalau untuk pribadi ia mengaku bisa dapat Rp 3 juta sampai Rp 4 Juta.
"Kalau cuaca biasa pendapatan tidak akan seperti itu," akunya.
Katanya, saat ditenga laut sering ingat keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/para-nelayan_20171025_151351.jpg)