Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Djarot Jelaskan Ketidakhadirannya di Pelantikan Anies- Sandi

Polemik paling awal yang muncul usai lepas jabatan adalah mengenai ketidakhadiran Djarot dalam prosesi serah terima jabatan Anies-Sandiaga.

Editor: Aldi Ponge
KOMPAS.com/JESSI CARINA
Warga menangis saat memeluk mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjelang acara pelepasan di depan Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (15/10/2017). Djarot bersama istri diarak menggunakan kereta kencana diiringi oleh pegawai dan BUMD dari Balai Kota ke Gedung Joang 45 sebagai bentuk ucapan terima kasih atas pengabdiannya sebagai Gubernur DKI Jakarta 

"Begini, sebaiknya konsentrasi kepada kerja sajalah. Masalah seperti ini bagi saya tidak begitu penting. Kalau saya mau ketemu, saya bisa datang ke tempatnya, saya bisa datang ke kantor," ujar Djarot.

Toh, orang yang melakukan serah terima jabatan juga bukan Djarot. Djarot mengatakan, secara seremonial bukan dia yang berhak untuk mengikuti prosesi itu. Ketika jabatan gubernur diserahkan kepada Sekda DKI Saefullah, maka Saefullah juga yang melakukan sertijab kepada Anies-Sandi.

"Seremonial simbolis penyerahan itu bukan saya lho, Sekda lho sebagai Plh," kata dia.

Alih-alih meributkan hal seremonial, Djarot merasa yang paling penting adalah urusan substansi selama masa transisi. Djarot mengatakan, dia sudah menyiapkan semuanya agar proses sertijab berjalan baik. Buku memori jabatan dibuat dengan lengkap.

Selain itu, dia juga menginstruksikan agar ruang kerja untuk Anies-Sandi dipersiapkan dengan baik. APBD-Perubahan 2017 sudah diketok dan surat-surat yang tersisa sudah diselesaikan. Menurut dia, semua itu jauh lebih penting dibandingkan ketidakhadirannya dalam sertijab.

"Daripada secara seremonial tapi substansinya kami abaikan, enggak bagus dong," kata Djarot.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved