Komunitas
Rukun Senggighilang: Penuh Romantika dan Dinamika
Saat itu, muncul keinginan yang kuat untuk membentuk rukun tersebut setelah wadah perkumpulan mahasiswa tak lagi eksis.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - 18 Maret 1995 jadi tonggak Rukun Mahasiswa Senggighilang. Pada pertemuan alumni SMA Negeri 1 tahun 1994 di Wisma Bahu tercetuslah untuk membentuk rukum mahasiswa.
Saat itu, muncul keinginan yang kuat untuk membentuk rukun tersebut setelah wadah perkumpulan mahasiswa asal Sangihe dan Talaud, seperti Pepermast, tak lagi eksis.
Usulan itu pun mendapat sambutan positif. Rudolf Sentinuwo dan Ch Natingkaseh menyarankan nama Rukun Senggighilang. Artinya seiya dan sekata atau sepakat.
Tindak lanjutnya adalah dengan menggelar pertemuan-pertemuan sekaligus ibadah setiap minggu.
Kegiatan ini berlangsung secara bergiliran di Manado dan Tomohon. Hingga kini, acara ini terus bertahan.
Status sebagai rukun alumi SMA Negeri 1 Tahuna ini kemudian berubah menjadi Rukun Senggighilang Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Sangihe di Manado,.
Perubahan itu sejak sejak kepengurusan periode 2000-2009. Perubahan ini juga atas permintaan dari anggora rukun dari luar SMA Negeri 1 Tahun.
Ya, Rukun Senggighilang juga wadah bagi para lulusan lulusan SMA/SMK lainnya di Kabupaten Sangihe.
"Lambat laun memang bukan hanya alumi SMA 1 Tahuna yang ikut, melainkan semua mahasiswa berasal dari Sangihe," kata Rio Sarira, Ketua Rukun Senggighilang, Kamis (19/10) lalu.
Rukun Senggighilang juga telah menstimulasi munculnya wadah-wadah kerukunan lainnya, seperti Rukun di UKIT Tomohon, Rukun Sembihingang Politeknik, dan Rukun Senggighilang Tondano.
"Khusus untuk Rukun Senggighilang Tondano merupakan pengembangan Rukun Senggighilang. Karena jaraknya jauh sehingga dibentuklah Rukun Senggighilang Tondano.
Alasan lainnya lantaram kampus IKIP Manado (Unima) pindah ke Tondano," Rio menjelaskan.
Ibadah menjadu kegiatan utama Rukun Senggighilang. "Pertama kita ibadah, selanjutnya kita ada kegiatan penyambutan mahasiswa baru, baru kita persiapan dengan panitia natal.
"Ada juga baksos (bakti sosial)," tambah dia.
Rukun mahasiswa yang beranggotakan ratusan orang tersebut, terus berkomitmen dalam medan pelayanan harus mampu menjalankan program kerja dengan baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/komunitas_20171022_141446.jpg)