Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sandiaga Uno - Teguran Sang Wagub Berujung Modifikasi 6 Rute Transjakarta

Sandi meminta PT Transjakarta melakukan inovasi untuk mengatasi kemacetan yang terjadi.

Editor: Aldi Ponge
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Pengendara sepeda motor menerobos masuk ke jalur Transjakarta di kawasan Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (6/10/2017). Meski seringkali dilakukan razia oleh Polisi, sejumlah pengendara sepeda motor masih nekad melakukan pelanggaran dengan menerobos jalur Transjakarta. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOMPAS - Sehari setelah dilantik, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno meninjau proyek pembangunan terowongan atau underpass di Mampang, Jakarta Selatan.

Berangkat dari Balai Kota, saat itu keduanya memilih naik bus tingkat dan dilanjutkan naik bus transjakarta koridor enam menuju Mampang.

Dalam perjalanan menuju Mampang, Anies dan Sandi terjebak kemacetan parah hingga berada dalam waktu lama di dalam bus transjakarta.

Kemacetan yang terjadi memang diakibatkan proyek underpass yang menghubungkan Jalan Mampang Prapatan dan Rasuna Said itu.

Dua hari kemudian, Sandi meminta PT Transjakarta melakukan inovasi untuk mengatasi kemacetan yang terjadi.

"Sebetulnya layanannya sudah cukup baik dan mungkin hari ini saya akan perintahkan, instruksikan khusus untuk direksi Transjakarta untuk memastikan inovasi berpikirnya," ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (19/10/2017).

Menurut Sandi, masih ada bus-bus transjakarta yang terjebak kemacetan karena adanya beberapa proyek pembangunan infrastruktur. Sehingga rute alternatif mutlak diperlukan.

"Cari rute- rute transjakarta, bisa merekayasa jalurnya supaya tidak terlalu macet karena ini sekarang kan ada pembangunan enam proyek besar ini. Be innovative-lah," kata dia.

Sehari setelah teguran tersebut, PT Transjakarta mengumumkan adanya modifikasi sejumlah rute bus yang melintas area proyek pembangunan infrastruktur.

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan, modifikasi dilakukan untuk menghindari kemacetan di sekitar proyek tersebut.

Dari modifikasi ini, ada dua layanan baru dari transjakarta, yakni layanan ekspres dan layanan lintas. Bus dengan layanan ekspres akan melintasi jalur tol untuk menghindari area proyek infrasktruktur.

Sementara bus dengan layanan lintas akan menggunakan jalur koridor lain yang masih steril untuk menghindari area macet di proyek infrastruktur.

Salah satu contoh layanan lintas adalah bus transjakarta rute Monas-Ragunan. Biasanya bus tersebut akan terkena macet di kawasan Kuningan hingga tiga jam.

Dengan layanan lintas, bus tersebut tidak akan melintas ke Kuningan melainkan langsung ke Gelora Bung Karno. Kemudian, bus akan masuk ke koridor 13 yang merupakan jalan layang.

"Akhirnya Pak Sandi keluarin instruksi supaya transjakarta inovatif cari jalan keluar. Ya kami senang juga dikasih itu, berarti transjakarta menjadi satu obat, masyarakat sudah bersabar tapi kami harus cari jalan keluar," ujar Budi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (20/10/2017).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved