Diduga Dianiaya Kakak Kelas Ical Alami Trauma
Dugaan kekerasan terhadap pelajar kembali terjadi, menimpa Faisal Agus Oga
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO. CO. ID- Dugaan kekerasan terhadap pelajar kembali terjadi, menimpa Faisal Agus Oga alias Ical (14) warga Kelurahan Mogolaing saat mengikuti pendidikan basis di Kampus SMA terpadu Wira Bhakti Gorontalo, Juli hingga September 2017.
"Akibat perbuatan kekerasan yang dilakukan kakak kelas saya trauma dan masih merasakan sakit serta lebam dilenggan kiri dan kanan," keluh Ical saat diwawancara di rumahnya, Jumat (6/10).
Perbuatan kekerasan dilakukan oleh kakak tingkat setahun diatasnya atau lebih dikenal dengan sebutan Madia atau kelas XI. Disana untuk tingkatan SMA kelas X disebut Pratama dan kelas XII wira.
Menurut putra Hi Agus Oga, peristiwa kekerasan berupa pemukulan dan tendang ke arah dada, perut serta sekujur tubuh pria berbadan tinggi besar ini. Dia menceritakan peristiwa tak wajar itu dilakukan di dalam barak, dilapangan dan pernah di kamar mandi. "Kebanyakan saat malam hari, usai makan malam dan saat sedang belajar," tambahnya.
Ical masuk ke kampus itu dan mulai mengikuti pendidikan basis sejak tanggal 2 Juli 2017 dan berakhir pada tanggal 29 September 2017. Selama masa basis itulah dirinya serta sejumlah siswa lainnya dipukul oleh senior yang jumlahlahnya lebih dari satu orang.
"Tidak boleh melawan, tidak boleh melapor kepada guru maupun orang tua karena diancam kakak kelas," sebut pria yang bercita-cita jadi polisi ini. Adapun alasan kekerasan yang dilakukan para siswa kelas XI Ata Madia kepada Ical dan rekan-rekanya sebagai bentuk pendidikan karakter dan ketahanan mental sebagai siswa Wira Bhakti.
Agus Oga sang ayah, tak menerima perbuatan yang dialami anaknya dan memilih akan memindahkan sekolah Ical tak lagi disana. Saat ini Agus bersama rekan sejawatnya di dunia media Cetak tengah memenuhi panggilan klarisifikasi oleh pihak sekolah di Gorontalo. "Besok pagi akan bertemu dengan pihak sekolah, saya minta pertanggung jawaban atas apa yang anak saya alami," tegas Oga yang dikenal sebagai wartawan tabloid di Kotamobagu.
Terpisah Yusnan Yusup Eki sang kepala sekolah saat dikonfirmasi mengaku mengutuk keras pelakuan tidak manusiawi di Kampus SMA terpadu Wira Bhakti Gorontalo, yang dilakukan oleh siapapun. "Mengenai laporan dan informasi telah terjadi kekerasan Pasi kami proses dengan cepat dan tuntas. Karena tindakan fisik sangat dilarang disini," jelas Yusnan.
Pihaknya mengaku tak akan lari dari tanggung jawab jika peritiwa itu benar terjadi. Saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap para kakak kelas yang disebut melakukan kekerasan. "Silakan kepada orang tua yang anaknya mengalami tindakan itu membawa bukti dan saksi untuk disandingkan," tukasnya.(crz)