Banjir Manado
Gereja dan Puskesmas Belum Rampung
Tiap unit rumah dibandrol Rp 40 juta, rumah tipe 36 terdiri dua kamar dan satu WC tanpa dapur.
Penulis: Ryo_Noor | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kota Manado melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dikejar tengat waktu menyelesaikan proyek pembangunan Perumahan Relokasi Rehabilitasi Rekonstruksi pascabencana Kota Manado di Kelurahan Pandu, Selasa (3/10).
Targetnya 2.054 rumah akan dibangun.
Tahap pertama, sebanyak 1000 rumah akan dirampungkan.
Dana tahap pertama ini sudah cair Rp 213 miliar sejak tahun 2015, namun Pemkot masih memacu merampungkan target 1000 rumah tahap I.
Pembangunananyaa pun sudah dimulai sejak November 2016.
Hampir sebagian besar unit rumah sudah terbangun, bahkan 107 unit di antaranya sudah ditempati.
Namun ada sedikitnya dua blok, di mana pekerja masih bekerja memacu pembangunannya.
Tiap unit rumah dibandrol Rp 40 juta, rumah tipe 36 terdiri dua kamar dan satu WC tanpa dapur.
Jika dibandrol untuk rumah menelan anggaran Rp 40 miliar.
Unit rumah yang terbangun sudah dilengkapi fasilitas air bersih dari pompa yang disalurkan lewat pipa, listrik pintar dan IPAL Komunal untuk buangan tinja.
Meski sudah terbangun rumah, jalan utama masih minim. Baru sebagian yang teraspal.
Sebagian besar akses jalan masih berupa tanah bebatuan.
Khusus jalan utama dibangun Pemprov Sulut dengan dana bencana sebesar Rp 4,783,000,000. Sumber dana APBN yang dihibahkan ke Pemprov. Pengerjaannya masih berlangsung.
Belum selesai pembangunan tahap pertama, sedikitnya ada 5 unit yang rusak karena diserang angin puting beliung. Bagian atap 5 unit rumah tersebut hilang disapu angin.
BPBD Manado melalui Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan Sinyo Masigome mengatakan, unit yang rusak itu akan segera diperbaiki."Materialnya sudah ada tinggal dipasang," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/gereja-sion-tomohon_20170827_143541.jpg)