Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pasangan Suami-Isteri Dibantai, Saksi Kunci Sekarat, Polisi Mengawasi Ketat

Suami-istri yang dibantai itu, pas waktu warga tertidur. Pelaku dan motifnya belum diketahui, masih misteri

Editor:
tribratanews
Korban selamat pembantaian di Sipirok, Tapsel, Rabu (27/9/2017) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sumatera Utara baru saja dihebohkan dengan aksi pelaku begal di Kota Medan yang menewaskan sopir Grab dan Bike, hingga kurun waktu 24 jam polisi berhasil menembak mati empat pelakunya.

Kini, peristiwa menghebohkan warga bukan di Kota Medan, tetapi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Pembantaian sadis terhadap pasangan suami-istri yang baru memiliki satu anak.

Mereka adalah pasangan Parlindungan Siregar (31) dan Helmy Damayanti Harahap (25).

Pasangan suami-istri yang tinggal di Aeksulum, Sipirok, Tapanuli Selatan itu dibantai dua pria misterius di dalam rumahnya sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Rabu (27/9/2017).

Pelaku diduga menyelinap masuk ke dalam rumahnya yang berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sipirok-Tarutung, saat pasangan suami-istri itu terlelap tidur.

Dalam peristiwa sadis tersebut, Parlindungan Siregar tewas dibantai pelaku. Sedangkan Helmy Damayanti Harahap sekarat.

Saat peristiwa terjadi, p.asangan suami-istri (pasutri) ini kebetulan hanya tinggal berdua saja di rumah, kebetulan anaknya bersama neneknya di Kelurahan Sipirok Godang.

"Suami-istri yang dibantai itu, pas waktu warga tertidur. Pelaku dan motifnya belum diketahui, masih misteri," kata Hartati, warga Labujelok, Sipirok saat dihubungi wartawan via selular, Rabu (27/9/2017).

Pembantain pasutri tersebut pun menggegerkan warga Sipirok, Tapsel.

"Ramai tadi warga melihat kejadian ini ke rumahnya langsung. Apalagi warga tahunya waktu anak-anak pergi ke sekolah," ucapnya.

Parlindungan Siregar tewas bersimbah darah di lantai rumahnya dengan wajah, leher, kepala, tangan, dan perut dipenuhi luka bacok.

Sementara Helmy Damayanti Harahap masih bisa bertahan hidup dengan kritis.

Dengan kondisi tubuh yang berlumuran darah, Helmy meminta bantuan dengan mengetuk pintu rumah tetangganya.

"Rupanya istrinya masih hidup. Minta tolonglah dia ke tetangganya dengan kondisi mukanya berdarah-darah," ucap Nisra, warga Desa Hutasuhut, Sipirok.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved