15 Bus Trans Kawanua Rusak dan Terbengkalai
Program Bus Rapid Transit (BRT) Kota Manado yang sempat beroperasi sejak 6 Agustus 2009 lalu terbilang gagal.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO‑Program Bus Rapid Transit (BRT) Kota Manado yang sempat beroperasi sejak 6 Agustus 2009 lalu terbilang gagal. Pasalnya, keberadaan BRT dengan nama Trans Kawanua ini awalnya sempat diwacanakan untuk menggantikan mikrolet sebagai angkutan utaman dalam kota.
Sayangnya program Pemkot Manado sewaktu masih dipimpin Wali Kota Manado, Drs Jimmy Rimba Rogi tak berjalan mulus. Ini karena angkutan mikrolet tak menyetujui program tersebut.
Imbasnya program ini tak berjalan optimal. Artinya BRT tetap beroperasi tetapi bukan pengganti mikrolet, melainkan angkutan alternatif dalam kota.
Kini tak hanya shelter (halte) bus Trans Kawanua yang telah rusak. Mobil BRT pun kini sebagian besar sudah dalam keadaan rusak dan terparkir di Kantor Perum Damri Cabang Manado, Jalan Tugu Adipura, Mapanget, Manado.
Terpantau ada 22 unit BRT yang berada di lokasi dalam keadaan terparkir dan kondisinya rusak. Bus bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun 2008 itu sebagian besar terlihat terbengkalai, beberapa di antaranya malah tinggal rongsokan.
Sekuriti di Kantor Perum Damri mengatakan, sebanyak tujuh unit bus di antaranya yang parkir masih berfungsi."Yang parkir di depan ini masih berfungsi. Yang di belakang sudah tidak jalan," katanya.
Beberapa unit yang sudah rongsokan bahkan tersisa rangka besi. Kursi penumpang sudah copot dari tempatnya. Kursi sama terlihat di Kantor Perum Damri, digunakan untuk keperluan tempat duduk.
Pascakegagalan proyek BRT, unit Trans Kawanua kini tinggal disewakan ke rombongan yang membutuhkan transportasi bus.
Kelanjutan nasib bus ini pun masih terkatung, apalagi kondisi bus makin lama makin tergerus.
Sebanyak 22 bus yang terparkir di Kantor Perum Damri Cabang Manado sudah dimakan usia. Maklum bus itu ada yang sudah melewati masa 9 tahun setelah disalurkan dalam bentuk bantuan tahun 2008 dari pemerintah pusat. Sebanyak tujuh di antara bus itu kabarnya masih bisa berfungsi.
Namun nampak dari segi fisik luar kebanyakan bus sudah mengalami kerusakan. Dari rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat.
Rusak ringan, nampak cat bodi bus sudah terkelupas atau pintu bus sudah copot. Rusak sedang, ada kaca sudah retak, pecah atau beberapa bagian kursi sudah copot.
Sementara terpantau 2 unit di antaranya rusak berat, malah terlihat seperti rongsokan. Keempat bannya sudah dicopot. bodi berkarat, cat hampir mengelupas seluruhnya. Tak ada kaca lagi, bahkan kursi penumpangnya sudah copot.
Kondisinya pun terlantar, senasib dengan halte bus yang keberadaannya menyebar di Kota Manado.
Miko Wijaya Kordinator Umum Perum Damri Cabang Manado mengakui sebagian besar unit bus Trans Kawanua sudah tidak layak. Tinggal beberapa unit yang kondisinya prima."Sebagian besar tak layak pakai lagi," ujarnya kepada Tribun Manado, kemarin, saat ditemui di Kantor Perum Damri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bus-trans-kawanua-banyak-terbengkalai_20170926_212916.jpg)