Breaking News
Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Liputan Khusus Halte Mewah tak Berfungsi

Nasib Halte Trans Kawanua, Dulu 'Mewah', Sekarang Jadi Tempat Berlindung saat Hujan

HALTE bus di belakang Multimart Manado, Kecamatan Wenang ramai. Sejumlah pengendara sepeda motor berhenti dan meneduhkan diri di situ.

Tayang:
Penulis: Nielton Durado | Editor:
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAW
Halte bus yang rusak parah dan terbengkalai 

Laporan wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Hujan deras mengguyur Kota Manado, Selasa (26/9).

HALTE bus di belakang Multimart Manado, Kecamatan Wenang ramai. Sejumlah pengendara sepeda motor berhenti dan meneduhkan diri di situ.

Halte yang dicat hitam itu masih memiliki satu tempat duduk plastik berwarna biru. Sedangkan dua buah baris kursi di sampingnya sudah hilang entah ke mana.

Kaca depan dan samping halte sudah pecah. Plafon berwarna putih sudah mulai rusak. Triplek plafon sudah jatuh ke lantai.

Valentino Pangau, pengendara motor mengaku halte menjadi pilihan bagi dia ketika di jalan hujan lebat. "Daripada tidak difungsikan, lebih baik kami pakai berteduh saja," ujar dia.

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang ojek online ini mengatakan, bukan hanya di belakang Multimart saja sering jadi tempat berteduh.

"Di beberapa tempat kalau hujan, banyak masyarakat yang berteduh di halte juga. Seperti di jalan Sarapung dan sebagainya," katanya.

Selain menjadi tempat berteduh, halte di belakang Multimart juga diakui sering menjadi tempat negosiasi 'kupu-kupu malam'.

"Kalau malam para cewek yang nongkrong di belakang Telkom sering duduk dan ngobrol sama pelanggan di halte tersebut. Paling sering saya lihat di malam Minggu," kata Rionaldo, penjaga parkir kawasan Marina Plaza.

Pria 29 tahun itu, juga sering melihat beberapa wanita dibonceng dari halte tersebut dan tidak kembali lagi.

"Mungkin mereka sudah di-booking, tapi awalnya memang bertemu di halte itu," aku dia.

Jika halte belakang Multimart Manado sering menjadi tempat berteduh dan nego 'kupu-kupu malam'.

Hal lainnya terlihat di halte yang ada di ruas jalan Tanawangko, tepatnya di pintu keluar RSU Prof Kandou, Malalayang.

Kursi di halte tersebut lengkap empat buah, namun kacanya sudah banyak yang pecah.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved