Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ini Cara Gubernur Sulut 'Berantas' Anak Putus Sekolah

Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut masih mencari formula tepat untuk menangani anak putus sekolah di daerah ini.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Gubernur Sulut 

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO‑ Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut masih mencari formula tepat untuk menangani anak putus sekolah di daerah ini. Hal ini diisyaratkan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey saat ditemui, Selasa (5/9).

Ini karena program pengentasan anak putus sekolah belum terprogram secara spesifik dalam program OD-SK. Seperti diketahui, program OD-SK merupakan program yang mengambil nama singkatan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw. ODSK yakni, Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan.

Olly mengatakan, terkait banyaknya anak putus sekolah di Sulut hingga angka ribuan belum memberikan solusi rinci dengan program ODSK.

"Kita akan rekrut siswa putus sekolah. Kita akan buka perekrutan di setiap kecamatan, tepatnya melalui sekolah dengan mengajak lagi siswa yang putus sekolah, '' ujar Olly usai sosialisasi empat pilar di Graha Gubernuran, Selasa (5/9).

Seperti apa program konkritnya, Olly belum bisa menjelaskan. "Sudah mau pergi," kelitnya sambil berlalu dengan mobil dinasnya.

Andre Angouw Ketua DPRD Sulut pun ikut merespons banyaknya kasus anak putus sekolah. Kebetulan Andre berada dalam satu mobil bersama Gubernur. Namun respon Ketua DPRD bukan berupa pernyataan melainkan pertanyaan balik ke Tribun Manado.

"Berapa banyak anak putus sekolah? Di daerah mana?" tanya Ketua DPRD Sulut.

Sedangkan Wakil Gubernur Steven Kandouw tak memungkiri masih ada anak putus sekolah di Sulut. Meski begitu penjelasan Wagub belum memberikan langkah konkrit Pemprov mengatasi masalah mendasar pendidikan ini.

"Makanya koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota harus lebih diintensifkan. Supaya lebih cepat terindikasi dan terdeteksi. Lalu lebih cepat dicarikan jalan keluarnya," kata dia.

Apalagi belum semua kabupaten/kota memiliki data riil terkait anak putus sekolah di masing-masing daerah. Di antaranya Kota Kotamobagu belum bisa memberikan data jumlah anak putus sekolah tahun 2017.

"Data 2017 belum ada, sedangkan pendataan dilakukan di seluruh SD dan SMP di Kotamobagu dengan sistem by name by adress," ujar Jaya Amparodo, Staf Perencanaan Sekretariat Diknas Kota Kotamobagu.

Jaya mengaku data anak putus sekolah di Kotamobagu ada. Hanya pegawai yang mengurus ini sedang keluar daerah membawa  peserta lomba O2SN tingkat nasional. Di mana Kotamobagu mengirim satu peserta yakni cabang renang.

Menurutnya target untuk pendataan anak putus sekolah sudah ada Senin (4/9) kemarin, namun pegawai yang mengurus itu sedang keluar daerah membawa anak‑anak peserta Lomba O2SN tingkat Nasional dimana Kotamobagu mengirimkan satu diantara olahraga adalah cabang renang.

Data anak putus sekolah tahun 2016 terdiri SD 42 siswa, SMP 67 siswa dan SMA/SMK 111 siswa. Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kotamobagu melalui Kepala Seksi Kurikulum Dra Uhilla Sandol menjelaskan, indikator anak putus sekolah dominan disebabkan ketidakpedulian orang tua kepada anak yang harus sekolah.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved