Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Edisi Minggu Entrepreneurship

Batik Bercerita Sizzy Matindas, Cara Memperkenalkan Daerah,

"Untuk menghasilkan satu motif saya harus melakukan riset mengenai potensi suatu daerah di Sulut,"

Penulis: | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Sizzy Matindas Batik 

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Menggali potensi daerah seperti kebudayaan, alam, maupun kehidupan sosial untuk menciptakan suatu produk kreatif, akan memberikan nilai tambah tersendiri. Produk akan memiliki kualitas yang berbeda dibanding dengan lainnya.

Inilah yang dilakukan Sizzy Natalia Matindas dalam mengembangkan produk batik yang ia beri nama Sizzy Matindas Batik.

Ditemui di rumah yang juga sekaligus tempat produksi di Taas Kecamatan Paal 2, Manado, Sizzy banyak menjelaskan soal batik bercerita yang ia buat.

"Untuk menghasilkan satu motif saya harus melakukan riset mengenai potensi suatu daerah di Sulut. Sehingga makna yang terkandung di dalamnya bisa dituangkan ke dalam selembar kain, sehingga membentuk batik yang indah," ungkap Sizzy kepada Tribun Manado.

Miara Si Luri

Dia menceritakan, awal mula menekuni batik kala sering datang ke acara peragaan busana yang menampilkan beragam corak, motif, dan warna.

Ketika itu, terbersit keinginan untuk membuat batik dengan motif kekayaan yang ada di Sulut, sebagai tanah kelahirannya.

"Pada awal 2014 saya mendengarkan lirik lagu Minahasa, Miara Si Luri, yang memiliki lirik indah, yang artinya bagaimana seorang pria harus menjaga wanitanya. Dari situlah saya mendapat inspirasi untuk mengembangkan batik bermotif kebudayaan Minahasa," katanya.

Niatnya untuk menghasilkan batik semakin besar untuk menghasilkan motif yang benar‑benar sesuai dengan harapannya. Beberapa kali mencoba, namun gagal, tak sesuai dengan bayangan.

Turun Lapangan

Dalam membuat motif Sizzy harus turun lapangan untuk mengetahui dan merasakan yang akan menjadi motifnya.

"Dengan turun ke lapangan saya bisa merasakan feeling dari objek yang akan menjadi motif batik daripada mencarinya di internet," katanya.

Sizzy pun mendatangi museum, membaca buku, berbicara dengan budayawan, arkeolog maupun pihak lainnya. Sehingga ketika menuangkannya dalam corak batik, setiap garis maupun lekukan memiliki makna.

Seperti ketika akan membuat motif Danau Tondano, dia keliling danau tersebut untuk merasakan suasana di sekitar danau, sehingga ketika membuat motif akan memudahkannya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved