Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Selamatkan Indonesia, Ezra Walian Fantastis!

Tim nasional (Timnas) U-22 Indonesia unggul 2-0 atas Kamboja pada laga terakhir penyisihan Grup B SEA Games 2017.

Editor: Lodie_Tombeg
HERKA YANIS/BOLASPORT.COM
Penyerang timnas Indonesia Ezra Walian mencoba mengejar bola dan lepas dari kawalan kapten Filipina pada pertandingan Grup SEA Games 2017 di Shah Alam, Kamis (17/8/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tim nasional (Timnas) U-22 Indonesia unggul 2-0 atas Kamboja pada laga terakhir penyisihan Grup B SEA Games 2017 di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, Kamis (24/8). Ezra Walian menjadi pemecah kebuntuan Garuda Muda pada menit ke-56. Keunggulan itu membuat Indonesia melangkah ke semifinal.

Pelatih Luis Milla memasukkan Ezra pada babak kedua. Pemain naturalisasi ini menggantikan Ricky Fajrin sehingga Timnas U-22 menggunakan formasi dua striker untuk menggempur 10 pemain Kamboja.

Keputusan Milla sangat tepat karena Ezra yang memecah kebuntuan pasukannya. Dia memanfaatkan peluang ketika pemain belakang lawan tak mampu menghalau bola yang kemudian jatuh ke kakinya, sebelum disepak dengan kaki kiri. Bola bersarang di pojok kiri bawah gawang lawan.

Ia pun menuntaskan tugas yang disematkan dengan fantastis.
Hanya dua menit setelah masuk, Ezra mendapat bola liar di tiang jauh gawang Kamboja.

Tanpa pikir panjang, pemain didikan Ajax Amsterdam ini langsung melepas tembakan dengan kaki kirinya.
Sepakan keras datarnya melewati tiga bek dan kiper lawan yang mencoba menghalangi.
Menariknya, Ezra mencetak gol dengan tembakan pertamanya yang tepat sasaran di SEA Games 2017.

Aksi Ezra melepas tensi yang menyelimuti timnas hampir sepanjang laga.
Sekitar 15 menit kemudian, Febri Haryadi menemukan ketenangan dan fokus untuk melepas tembakan jarak jauh roket dari jarak jauh. Selama 37 menit bermain, Ezra menuntaskan 5 operan sukses dari 7 usaha.

Sementara Febri mencetak gol kedua pada menit 69 lewat tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti. Dari jarak sekira 45 meter, penyerang sayap klub Persib Bandung itu melepaskan tendangan jarak jauh yang tidak diduga sama sekali, baik oleh para pemain belakang Kamboja, maupun oleh kiper Keo Soksela.

Gol tersebut mirip gol yang dicetak Cristiano Ronaldo saat masih membela Manchester United ke gawang FC Porto di ajang Liga Champions, beberapa tahun silam.

Tentu saja gol kedua ini membuat Febri panen pujian. Di akun Instagram @febrihariyadi13 misalnya, salah satu fotonya yang sebenarnya diunggah dua hari lalu mendapat tambahan komentar positif yang intinya memuji terciptanya gol tersebut. "Super bowwwwww" tulis akun @ysfalba. "Kereeen paraaahh thank you so muchhh" tambah pemilik akun @cookieseu. "Ngueri golmu bos!!!!" sebut akun @dadanghhh.

Febri sebenarnya hanya tampil sebagai pemain pengganti pada pertandingan ini. Ia dimasukkan pelatih Luis Milla di babak kedua menggantikan Osvaldo Haay yang mati kutu sepanjang babak pertama. Masuknya Febri kemudian terbukti membuat permainan Indonesia lebih hidup.

Gol indah yang dicetak winger kelahiran 19 Februari 1996 tersebut seperti menjawab kritik yang ditujukan kepadanya belakangan. Sepanjang babak penyisihan, Febri yang diharapkan menjadi salah satu pemain tajam di tim Merah-Putih di sisi melebar memang tampil kurang gereget.

Selain Febri, Ezra juga layak disebut sebagai pahlawan pada pertandingan kali ini. Sebelum Ezra masuk di babak kedua, Indonesia hanya memiliki sedikit peluang untuk mencetak gol. Meski dominan dalam penguasan bola, Evan Dimas dan kawan-kawan tak bisa menghadirkan peluang berbahaya di depan gawang Kamboja.

Padahal, Kamboja hanya bermain dengan 10 pemain setelah Pisa Choum mendapat kartu kuning kedua di menit ke-45.
Performa buruk di babak pertama itu kemudian membuat Luis Milla bergerak cepat. Ia akhirnya memutuskan menurunkan Febri di awal babak kedua dan Ezra di menit ke-54.

Bagi Ezra, gol itu menjadi gol perdananya bagi tim Merah Putih. Gol itu juga mengangkat beban yang ada di pundak pemain-pemain Indonesia sepanjang pertandingan. Febri kemudian menggandakan skor di menit ke-69
Meski berhasil mengalahkan Kamboja, namun kemenangan Indonesia kali ini juga diwarnai aksi tidak terpuji yang dilakukan striker Marinus Wanemar.

Memasuki injury time, Marinus yang kesal dikasari pemain-pemain belakang Kamboja melakukan aksi provokasi memegang kemaluan seraya mengejek Kamboja. Aksi itu kemudian memicu kericuhan setelah pertandingan usai.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved