Hampir Tiap Bulan Ada Kecelakaan di Jalan Trans Sulawesi

Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kerap menebar ancaman bagi pengendara.

Hampir Tiap Bulan Ada Kecelakaan di Jalan Trans Sulawesi
ISTIMEWA/FACEBOOK INGGRIED RUNTUNUWU
Kemacetan di seputaran Tugu Turangan di Jalan Trans Sulawesi Desa Popontolen, Minggu (12/7) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kerap menebar ancaman bagi pengendara. Jalan rusak seperti di perkampungan Maruasey, Desa Lelema, pusat kota Amurang dan Desa Kapitu sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas bahkan tak sedikit pengendara yang meninggal dunia.

Jalan raya Desa Lelema rusak parah. Banyak lubang menganga dan membahayakan pengendara. Begitu juga di pusat kota Amurang sehingga menggangu pengguna jalan.

Tak kalah parah, di Kapitu. Jalan itu penuh lubang dan sangat berbahaya. Apalagi jalan menikung dan menanjak.
Ketua asosiasi sopir angkutan umum Basis Tumpaan-Amurang Ruddy Wurangian mengeluhkan kondisi Jalan Trans.

"Sudah lama jalan ini rusak dan tak kunjungan ada perhatian pemerintah untuk segera diperbaiki," katanya kepada Tribun Manado, Kamis (24/8).

Para sopir merasa terganggu dengan jalan rusak. Sudah banyak kendaraan mengalami kecelakaan akibat jalan rusak. "Hampir setiap bulan pasti ada kecelakaan di Jalan Trans Sulawesi yang rusak," tutur Ruddy.
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki infrastruktur tersebut agar bisa mengurangi risiko kecelakaan dan keyamanan berkendara bisa dirasakan.

Dolf Pangau Sekretaris Basis Amurang-Tumpaan mengeluhkan jalan pusat kota Amurang banyak rusak. "Indonesia sudah merdeka, kenapa jalan belum merdeka?" kata purnawirawan TNI ini.

Ronald dan Yance, sopir angkot di Minsel juga mengeluh. "Sangat menggangu ketika melintasi jalan di Kapitu, pusat kota Amurang dan Lelema karena penuh dengan lubang," ujar keduanya.
Mereka berharap jalan segera diperbaiki. "Kewajiban membayar pajak kami taati, jadi perbaikkan jalan wajib bagi pemerintah," ujar kedua sopir.

Wakil Ketua DPRD Minsel Frangky Lelengboto mengatakan, banyak warga yang mengeluh. Warga Amurang maupun pengendara bermotor dari luar daerah sering keluhkan jalan rusak.
"Saya menduga ada pembiaran. Ketika macet pasti tidak nyaman karena kondisi jalan rusak. Banyaknya frekwensi kecelakaan tidak lepas dari rusaknya jalan ini," katanya. *

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved