Tukang Bubur Naik Haji Bukan Hanya Ada di Sinetron, Ini Buktinya
Ternyata Judul film" Tukang Bubur Naik Haji " bukan hanya sekedar judul, tapi kenyataan ada tukang bubur asal Mempawah mampu naik Haji
TRIBUNMANADO.CO.ID- Setiap umat muslim di dunia ini memimpikan untuk bisa menjejakkan kaki ke tanah suci Mekkah.
Menabung berpuluh-puluh tahun, mereka lakukan supaya impian mereka tercapai
Berbeda dengan mereka yang mampu, bagi mereka yang hidup pas-pasan tentunya naik haji adalah suatu perjuangan yang begitu besar.
Naik haji kadang mengisahkan cerita tersendiri yang terkadang membuat haru banyak orang.
Seperti kisah perjuangan Tukang bubur Mempawah dan penjual pecal Pontianak berikut ini.
Ternyata Judul film" Tukang Bubur Naik Haji " bukan hanya sekedar judul, tapi kenyataan ada tukang bubur asal Mempawah turut menjadi tamu Allah untuk berkunjung ke tanah suci di musim haji tahun 1438 H/2017 M
Atika istri dari alm Gusti Uliyanto yang akrab di sapa Mak Atik yang berjualan bubur di kantin RSUD dr Rubini Mempawah ini tergabung di kloter 11 Regu 11 asal kabupaten Mempawah.
Nenek yang berusia hampir 60 tahun ini menuturkan rasa syukur kepada Allah SWT karena diberikan kesempatan untuk menunaikan rukun islam ke lima pada musim haji tahun 2017 ini.
"Dapat melaksanakan ibadah haji merupakan impian sejak lama, dari mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dari keuntungan berjualan, hingga akhirnya dapat menabung dan mendaftarkan diri ke ONH," kata nenek empat cucu ini pada Tribun Pontianak.
Tak hanya itu, Mak Atik juga mengatakan dirinya menunggu cukup lama agar bisa mendapatkan kesempatan yang di impi-impikannya ini, karena jarak menabung untuk mengumpulkan sebagai tabungan ONH di satu diantara Bank Pemerintah di Mempawah ini, hingga mendapatkan kursi sebagai Jamaah Calon Haji.
"Setelah mendaftar resmi ONH tahun 2011, sekitar 5-6 tahun kemudian saya mendapat informasi dari Kementerian Agama, kalau saya dapat berangkat ke tanah suci tahun ini, saya rasa bersyukur dan bahagia sekali, hingga saat ini saya tetap bersemangat dalam menjalankan ibadah,"pungkasnya. (hadi)
Tuna (70), jamaah calon haji asal Pontianak.
Datang ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji merupakan mimpi terbesar yang dimiliki ibu Tuna (70).
Seorang penjual pecal yang biasa menggelar dagangannya di pojok halaman Universitas Nahdatul Ulama, jalan K.H. Ahmad Dahlan Pontianak.
Meski sudah berusia lanjut, tak membuat Ibu Tuna berhenti untuk mencari nafkah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/haji_20170823_151717.jpg)