Tegur Supir Mabuk, Marvil Malah Ditikam Empat Kali

Marvil Rumawung (23), warga Kelurahan Winangun Satu, Lingkungan satu, Kecamatan Malalayang harus dilarikan ke rumah sakit Prof. Kandou Malalayang.

Tegur Supir Mabuk, Marvil Malah Ditikam Empat Kali
ist
Marvil Rumawung (23), warga Kelurahan Winangun Satu, Lingkungan satu, Kecamatan Malalayang harus dilarikan ke rumah sakit Prof. Kandou Malalayang. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Marvil Rumawung (23), warga Kelurahan Winangun Satu, Lingkungan satu, Kecamatan Malalayang harus dilarikan ke rumah sakit Prof. Kandou Malalayang.  

Pasalnya, korban yang berprofesi sebagai sopir angkot ini ditikam oleh pelaku yang diduga kuat berinisial AK (23), warga Kelurahan Sindulang, Kecamatan Tuminting. 

Peristiwa itu terjadi di ruas jalan Winangun, Kecamatan Malalayang, tepatnya di kompleks pekuburan Winangun, Jumat (18/8) malam, sekira pukul 22.00 Wita.

Informasi yang dirangkum, sebelum peristiwa itu terjadi, awalnya korban dengan menggunakan sepeda motor, pergi mengantar seseorang di Kelurahan Winangun Atas. 

Setelah itu, korban langsung berbalik menuju ke rumahnya dengan menggunakan sepeda motor. Saat berada di SPBU Winangun Atas, korban melihat di kaca spionnya bahwa ada mobil jenis Avanza Hitam yang berjalan oleng.

Takut ditabrak, korban menegur pelaku yang saat itu bersama tiga rekannya di dalam mobil. 

Namun, teguran dari korban, ternyata hanya membuat dirinya terancam. Pasalnya, saat korban menegur para pelaku, tidak disangka pelaku yang diduga berinisial AK turun dari mobil dengan membawa pisau, lalu menikam korban telak dibagian perut kiri. 

Bukan hanya itu, pelaku terus menikam korban yang saat itu berada di atas sepeda motor, sehingga mengalami luka tikam dibagian pinggul sebelah kanan, paha sebelah kiri, dan kaki kiri.

Merasa dirinya terancam, korban meninggalkan sepeda motornya dan terus lari menghindar dari pelaku. 

Melihat korban sudah bersimba darah, parah pelaku langsung tancap gas dengan menggunakan mobil jenis Avanza warna hitam.

Korban yang diberlindung disalah satu warung lalu dilarikan ke rumah sakit oleh beberapa warga. 

Kasubag Humas Polresta Manado AKP Roly Sahelangi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Lebih baik menyerakan diri, dari pada membuat Polisi kelelahan mengejar kamu," tegas Sahelangi terhadap pelaku yang mesih buron sampai saat ini. (nie)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved