Sulut Pilot Project, Indonesia Menuju Titik Harmoni
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Majlis Dzikir Hubbul Wathon Hery Haryanto Azumi mengatakan bahwa jika Sulut bisa menjadi pilot project untuk
Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Majlis Dzikir Hubbul Wathon Hery Haryanto Azumi mengatakan bahwa jika Sulut bisa menjadi pilot project untuk titik harmoni di Indonesia.
"Jika kita berhasil mengangkat Sulut sebagai pilot project untuk sebuah titik harmoni. Saya kira di Jawa akan berusaha semakin baik. Karena ini selalu mengajak," ujar dia saat berkunjung ke Kantor Tribun Manado Jalan AA Maramis Kairagi Mapanget, Sabtu (19/8) malam.
Kata dia, semua masyarakat dimanapun berada pasti ada titik bedanya, tapi juga ada persamaannya.
"Kita sudah ada nilai bersama yang sangat kuat di Indonesia ini.
Tapi kadang kala ini mohon maaf, media lebih suka membuka perbedaannya. Perbedaan kemudian dibesar-besarkan oleh cyber war.
Kita tidak bisa menghindar dari perkembangan zaman. Tidak bisa menghindar dari Cyber war.
Informasi harus kita pilah," ujar dia.
Oleh karena itu, menurut sekjen media punya peran penting. "Kita juga punya peran menjaga titik harmoni. Menjaga agar tetap di titik positif. Sebagian ada di media, sebagian ada di kami," ujar dia.
Hal menarik lainnya yang disampaikan sekjen saat itu adalah mengenai doa yang dibacakan Tifatul Sembiring dalam sidang tahunan MPR, dimana dalam doa itu mengharapkan presiden menjadi gemuk.
Kata Hery, Majelis Dzikir Hubbul Wathon sempat membahas kenapa bisa forum kenegaraan yang resmi menggunakan kata-kata yang tidak tepat ketika berdoa.
"Martabat presiden harus dijaga. Tapi itulah politik. Kita Majelis Dzikir Hubbul Wathon kurang nyaman dengan itu. Tidak seharusnya seperti itu. Kita harus pandai menghargai orang lain," ujar dia.
Lanjut dia, ini menjadi konsensus untuk menjaga martabat bangsa dengan menghargai simbol negara.
"Tidak boleh membawa muatan politik terlalu besar didalam kegiatan keagamaan. Sedikit pintu terbuka akan mengakibatkan kerugian bagi kita sendiri. Kita tidak nyaman dengan itu. Mari kita jaga simbol-simbol negara kita," ujarnya.
Sekjen ditemani Ngasiman Djoyonegoro selaku Bendahara Umum, Ali Rifan selaku tim media, Mahbub Maafi hubungan antar ulama dan Irfan Basri Inisiator Majlis Dzikir Hubbul Wathon Sulut. (dik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pengurus-pusat-majelis-dzikir-hubbul-wathon_20170819_175302.jpg)