Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jokowi Sebut "Sansiote Sampate-pate" Hingga APBDP Sulut Naik Rp 248,3 Miliar

Paripurna digelar dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan presiden itu menjadi meriah.

Penulis: | Editor: Aldi Ponge
DOK.TRIBUNMANADO
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Salam "Tabea" dari Presiden Joko Widodo membuat peserta paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), pada Rabu (16/8/2017) tertawa dan bertepuk tangan.

Paripurna digelar dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan presiden itu menjadi meriah

Bukan hanya itu yang dikutip presiden. Untaian kata "Sansiote Sampate-pate" juga diucapkan dalam pidato yang beberapa mengutip sapaan dalam bahasa daerah itu. 

Diketahui,  "Sansiote Sampate-pate" merupakan moto Kabupaten Kepulauan Talaud di Sulawesi Utara.

Sebelumnya Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Steven Kandouw membacakan sambutan Gubernur Olly Dondokambey tentang penyampaian atau penjelasan gubernur Sulut terhadap perubahan APBD Propinsi Sulut, pada Rabu (16/8/2017) di ruang rapat paripurna DPRD Propinsi Sulut.

Total pendapatan bertambah Rp 155.239.229.536 yang membuat target dari Rp 3.556.372.800.000 menjadi 3.711.612.029.536

Secara teknis perubahan ini, katanya, diajukan untuk mengakomodir beberapa hal. Pertama, terjadinya perubahan, atau naik turunnya target perkiraan pendapatan asli daerah yang meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah, serta dana perimbangan, yang meliputi bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak, dana alokasi umum, dana alokasi khusus.

"Kedua adanya revisi kegiatan yang dianggarkan pada APBD induk tahun anggaran 2017. Ketiga menampung adanya pergeseran anggaran," katanya.

Keempat, untuk memenuhi kewajiban yang belum tertampung untuk kebutuhan belanja tidak langsung dan belanja langsung daerah. Sedangkan yang kelima, mendukung dan mempercepat realisasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di daerah, seperti pembebasan lahan infrastruktur jalan untuk Ring Road 3, KEK Bitung, KEK Pariwisata Likupang, serta jalan Bandara Sam Ratulangi-Likupang.

Ia mengatakan Pendapatan Asli Daerah yang ditargetkan sebesar Rp 1.076.342.496.000 berubah menjadi Rp. 1.085.940.277.536. Di mana terjadi peningkatan PAD yang bersumber dari pajak dan hasil retribusi.

"Dana perimbangan yang ditargetkan sebesar Rp 2.429.190.571.000 berubah menjadi Rp 2.549.186.519.000 atau bertambah sebanyak Rp 119.995.948.000. Peningkatan ini diperoleh dari Dana Alokasi Umum yang bertambah sebesar Rp 49.919.625.000 dan Dana Alokasi Khusus sebesar Rp 62.576.323.000 dan dana bagi hasil Rp 7,5 Miliar," katanya 

Ia mengatakan lain-lain pendapatan daerah yang sah yang ditargetkan sebesar Rp 50.839.733.000 berubah menjadi Rp 76.485.233.000 atau bertambah Rp 25.645.500.000.

"Total kebijakan belanja yang ditargetkan pada tahun 2017 senilai Rp 3.572.342.500.000 berubah menjadi Rp 3.820.736.696.384 atau bertambah sebesar Rp 248.394.196.384. Rinciannya belanja tidak langsung Rp 2.120.843.037.274 berubah menjadi Rp 2.087.643.399.610 atau mengalami penurunan sebesar Rp 33.199.637.664," katanya.

Untuk belanja langsung sebesar Rp 1.451.449.462.726 berubah menjadi Rp 1.733.093.296.774 atau mengalami kenaikan sebesar Rp 281.593.834.048. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved