Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Untuk Menjadi Juara Panjat Tebing, Putra Bolsel Ini Harus Latihan di Pantai

Untuk mewujudkan cita - cita tentu harus berusaha keras, baik itu lewat latihan maupun belajar

Tayang:
Editor: Andrew_Pattymahu
FELIX TENDEKEN
Mohamad Risky Efendy 

Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Untuk mewujudkan cita - cita tentu harus berusaha keras, baik itu lewat latihan maupun belajar. Inilah yang dilakukan oleh Mohamad Risky Efendy putra Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) juara dua lomba panjat tebing kelompok umur 19 tahun di ajang Bolmut Open Climbing Competition 2017, Senin (7/8).

Ditemui di salah satu rumah makan di Desa Pintadia, peraih medali perak ini mengatakan apa yang didapatkan adalah buah kerja keras selama ini.

"Keberhasilan saya adalah doa ibu dan ayah selama ini," kata Risky yang tercatat sebagai warga Desa Sondana.

Anak ke dua dari tiga bersaudara ini, mengaku selama ini dilatih oleh atlet panjat tebing lokal di kantor Sekretariat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bolsel.

Latihan tersebut dilakukan secara rutin sesuai dengan arahan sang pelatih Apri Rauf. Bahkan sesekali ia harus berlari di bibir pantai untuk memperkuat otot kaki.

"Saya tertarik untuk ikut lomba ini saat melihat para atlet pemanjat tebing beraksi di Festival Teluk Tomini (FTT)," kata Risky.

Dibalik itu ia berharap pengurus cabang FPTI Bolsel, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dispora), serta Koni bisa memfasiltasinya dengan dinding panjat standar nasional.

"Harapannya bisa dianggarkan tahun mendatang, biar kami tidak kesulitan," kata siswa kelas dua SMP Negeri 1 Bolaang Uki.

Sementara itu Apri Rauf pelatihnya mengatakan dia sudah melihat bakat terpendam Risky sejak awal mengikuti pelatihan.

Untuk itu dirinya bertekad kuat menumbuhkan bakat anak tersebut melalui lomba - lomba seperti ini.

"Bagi saya dia adalah anak yang luar biasa, selain bertekad kuat untuk berlatih, juga patuh aturan," kata Apri.

Setelah dinyatakan juara dua dalam lomba tersebut, atlet pemula ini ditawarkan untuk mengikuti kompetensi Padang Kejuaraan Nasional Kelompok umur mewakili Sulawesi Utara (Sulut).

Senada diungkapkan oleh Rizal Efendi dan Juliati Maksum orang tua Risky. Setelah mengenal olah raga ini anak mereka terus berlatih.

Rizal ayahnya mengaku, Risky memang memiliki keinginan kuat untuk menjuarai lomba tersebut.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved