Perkuat Edukasi Pentingnya Pasar Modal, BEI Sulut Buka Dua Galeri Investasi di Kampus

"Kami akan buka dua galeri investasi di perguruan tinggi, namun keduanya di Gorontalo yang masih masuk wilayah kerja," ujar Fonny The.

Perkuat Edukasi Pentingnya Pasar Modal, BEI Sulut Buka Dua Galeri Investasi di Kampus
NET
Program Yuk Nabung Saham sebagai upaya meningkatkan rasio investasi di pasar modal. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menambah dua galeri investasi kembali dperguruan tinggi. "Kami akan buka dua galeri investasi di perguruan tinggi, namun keduanya di Gorontalo yang masih masuk wilayah kerja," ujar Kepala Kantor Perwakilan BEI Sulut, Fonny The, Rabu (2/8).

Sejauh ini BEI Sulut memiliki delapan galeri yang tersebar di sejumlah perguruan tinggi di Sulut."Galeri tersebut kami buka bekerjasama dengan perguruan tinggi," ungkapnya.

Dijelaskannya, BEI terus melakukan sosialisasi mengenai pasar modal ke berbagai daerah di Sulawesi Utara
Hal ini dilakukan agar smakin banyak masyarakat berinvestasi di pasar modal.

"Sampai saat ini kami masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat tidak hanya di Manado saja, melainkan kabupaten lainnya," ujar Fonny The.

Dengan edukasi yang dilakukan sampai ke kabupaten dan kota, untuk jangka panjang diharapkan akan semakin banyak yang membuka rekening. Untuk kemudian bertransaksi saham. "Karena kami menginginkan mereka yang memiliki rekening saham sama dengan tabungan," ungkapnya.

Katanya memang untuk jangka pendek mungkin belum begitu signifikan peningkatannya namun demikian untuk jangka panjang diharapkan masyarakat semakin mengenai pasar modal.

"Apalagi saat ini di Manado sudah bertambah perusahaan sekuritas, sehingga berdampak kepada peningkatan investor," ujarnya.

Sampai dengan semester I 2017 jumlah investor baru di pasar modal sekitar 700. Sedangkan sampai dengan akhir tahun pihaknya memiliki target 2.000 investor. Pihaknya terus berusaha untuk penambahan investor baru.

Terpisah, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgomalut, Elyanus Pongsoda mengungkapkan pihaknya terus mendorong sosialisasi pasar modal ke masyarakat. Dengan demikian akan semakin banyak yang mengetahui pasar modal, sehingga diharapkan menjadi investor.

Hal ini karena jumlah masyarakat Indonesia yang memanfaatkan pasar modal masih kecil dibandingkan dengan negara lain. oleh karena itu harus terus ditingkatkan sossialisasinya.

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved