PPATK Curigai Transaksi Rp 95 Miliar di Sulut
Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan sedikitnya Rp 95 miliar transaksi mencurigakan di Provinsi Sulawesi Utara.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Aldi Ponge
Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Mengejutkan! Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan sedikitnya Rp 95 miliar transaksi mencurigakan di Provinsi Sulawesi Utara.
Hal ini diutarakan Kiagus Ahmad Badaruddin, Kepala PPATK, saat berkunjung ke Harian Tribun Manado, Jalan A A Maramais, Kairagi, Jumat (28/7/2017) siang.
Badaruddin mengungkapkan, angka itu merupakan 10 dari 15 Hasil Analisis (HA) PPATK selang Mei 2016 hingga 2017.
"Saat ini baru 15 Hasil Analisis. Biasanya kita kumpulkan analisis. Nilainya tidak terlalu besar Rp 95 miliar transaksi mencurigakan," ungkap Badaruddin.
Menariknya, transaksi mencurigakan ini dilakoni pemilik rekening berstatus Aparat Sipil Negara (ASN) dan mitranya."Sebagian besar PNS dan mitranya," kata dia.
Hendri, Divisi Humas PPATK mengungkapkan, hasil analisis ini nantinya akan langsung diserahkan ke penegak hukum baik KPK, kejaksaan, maupun kepolisian.
"Selain terindikasi tindak pidana korupsi, termasuk juga pencucian uang, ada 5 hal terkait tindak pidana," ujarnya.
Angka transaksi mencurigakan hingga Rp 95 miliar ini, mayoritas berasal dari Kota Manado.
"Karena Manado ibukota provinsi. Kantor pusat di Manado, transaksi di Manado. Ada di daerah lain memang rata-rata di ibukota provinsi," katanya.
Angka ini dimunculkan PPATK dengan harapan, oknum yang terlibat transaksi berhenti melakukan atau menghadapi risiko.
"Kalau meneruskan seperti itu bukan tidak mungkin kena Operasi tangkap tangan (OTT)," kata Hendri.
Baddarudin menambahkan, sebaik-baiknya kejahatan tetap tidak ada yang sempurna.
Ada upaya menghindari transaksi elektronik dengan menggunakan transaksi tunai. Namun, namanya kejahatan tak ada yang sempurna, justru dengan hal itu malah membuka jalan untuk mengungkap kejahatan tersebut.
Ia mencontohkan, OTT yang belakangan ini terungkap, karena ada oknum yang berupaya menggunakan transaksi tunai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ppatk_20170729_090109.jpg)