Unit Pengolahan Ikan Sulut Masih Minum
Unit pengolahan ikan Sulawesi Utara baru bisa memenuhi 18,22 persen dari kapasitas produksinya.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Unit pengolahan ikan Sulawesi Utara baru bisa memenuhi 18,22 persen dari kapasitas produksinya.
Angka itu merujuk data Dinas Kelautan Perikanan tahun 2016, terungkap dalam Fokus Grup Discussion (FGD) di Manado, Kamis (27/7).
Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Ir. Ronald Sorongan mengungkapkan, pada hal Ikan merupakan bahan pangan yang memberikan kontribusi protein hewani terbesar yaitu sekitar 52,7 persen.
Hal itu diperkuat Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang penetapan harga kebutuhan pokok dan barang penting " Dimana ikan jenis tertentu seperti tongkol, tuna, cakalang termasuk didalamnya," katanya.
Ketahanan pangan dan gizi, termasuk ketersediaan ikan dan distribusinya merupakan strategi untuk mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan di Sulawesi Utara.
Akan tetapi realitaya menjadi ironis karena Sulut kekurangan bahan baku untuk unit-unit pengolahan ikan.
Padahal, berdasarkan hasil analisa terhadap peta wilayah Pengelolaan Perikanan Tangkap Republik Indonesia (WPP-RI) menunjukkan potensi perikanan terbesar ada di wilayah timur.
Kendalanya unit pengolahan ikan di wilayah timur Indonesia masih minim
"Dengan potensi yang cukup besar, masih sangat dibutuhkan armada penangkapan ikan, pelabuhan perikanan, stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan sampai kepada pelabuhan kontainer sebagai pelabuhan pengirim," kata Sorongan.
Adapun pertemuan itu turut dihadiri Asisten Deputi Peternakan dan Perikanan Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Jafi Alzagladi dan perwakilan dari instansi terkait se Sulawesi. (ryo)