(VIDEO) Ada Jalan Hot Mix Di Atas Lahan Milik Warga, Keluarga Watuna Lengkong Tutup Jalan
Alasan penutupan, warga belum melunasi uang pengganti sebesar 45 juta yang diminta pemilik lahan. Penutupan relah berlangsung selama sepuluh hari.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Arthur Rompis
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Sebanyak 17 keluarga yang bermukim di Kelurahan Manembo - Nembo Kecamatan Matuari lingkungan 2 Bitung benar - benar terisolasi.
Keluarga Watuna - Lengkong yang mengklaim sebagai pemilik jalan menutup jalan keluar masuk serta sejumlah jalan tikus di pemukiman tersebut.
Alasan penutupan, warga belum melunasi uang pengganti sebesar 45 juta yang diminta pemilik lahan. Penutupan relah berlangsung selama sepuluh hari.
Selama itu, aktivitas warga terganggu.
Mereka terpaksa memarkir kendaraan. Kemana - mana menggunakan kendaraan umum yang tentu saja menguras biaya. Beberapa usaha warga terpukul.
Seperti bengkel yang kehilangan pelanggan. Sejumlah warga dilanda trauma psikis hingga meminta wartawan tidak mempublikasi nama mereka.
"Kami sangat menderita," kata seorang warga yang meminta agar namanya tidak disebutkan.
Penelusuran Tribun Manado, penutupan jalan itu menguak sejumlah kejanggalan. Pasalnya jalan yang ditutup sudah diaspal hot mix.
Jalan tersebut dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Bitung. Anggarannya bersumber dari APBD tahun 2016. Namun sebagaimana pengakuan pihak Kecamatan, jalan itu masih dimiliki keluarga Watuna Lengkong.
Yang jadi pertanyaan adalah mengapa jalan proyek pemerintah bisa berdiri di atas lahan milik pribadi ?
Sejumlah pihak pemerintah yang dihubungi Tribun Manado memberikan jawaban yang tidak pasti. Camat Matuari Steven Pronk mengaku tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi.
"Wah mungkin kontraktornya yang salah aspal," kata dia.
Sebut Pronk, proyek pembuatan jalan kini bisa langsung dieksekusi tanpa melapor ke Lurah. Informasi yang dihimpun Tribun, jalan itu sudah dihibahkan pihak keluarga.
Atas dasar itulah dibuat jalan PNPM lantas jalan oleh PU. Namun hal itu dibantah Pronk.
"Tak ada buktinya kalau itu hibah, surat - suratnya juga tidak ada, mungkin itu pinjam pakai atau semacamnya," kata dia.
Mantan Lurah Manembo - Nembo Frangky Lengkong yang lama menjabat juga memberi jawaban tidak pasti.