Kata Ilmuwan, Ada yang Salah pada Film 'Finding Nemo'
Perubahan kelamin mutlak terjadi untuk melindungi keluarga mereka, khususnya anak ikan.
Penulis: maximus conterius | Editor: maximus conterius
PERNAH nonton film Finding Nemo?
Film ini mengangkat dunia bawah laut dengan peran utama ikan badut (clownfish) atau ikan anemone (amphiprioninae).
Nah, dalam filim itu diceritakan tentang kehidupan ayah dan anak ikan anemone. Marlin, nama sang ayah, dan Nemo si anak.
Adapun si ibu disebut sudah tewas karena menjadi santapan ikan yang lebih besar.
Nah, di sinilah letak kekeliruan film produksi Walt Disney dan Pixar itu.
Temuan terbaru para ilmuwan biologi kelautan, seharusnya sang ayah atau Marlin berubah menjadi betina setelah kematian sang ibu. Demikian warta The Telegraph, Sabtu (15/07/2017).
Mengapa demikian?
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ikan badut jantan akan mengubah kelaminnya menjadi betina jika pasangannya dimakan atau mati.
Perubahan kelamin mutlak terjadi untuk melindungi keluarga mereka, khususnya anak ikan.
Penemuan baru itu disampaikan dalam sebuah simposium di University of Exeter, Inggris.
Disebutkan bahwa ikan badut jantan, yang berwarna jingga (oranye) khas dengan garis biru-putih dan hitam, akan menjadi betina untuk melindungi wilayah dan kelompok mereka.
Ikan badut betina biasanya bentuknya lebih besar dan lebih agresif dibanding yang jantan. Bahkan sang perempuan ini bisa menyerang hiu.
Ikan anemone hidup di daerah tropis. Ikan-ikan jantan biasanya menjaga telur dan mengipasnya.
Adapun ikan betina bertindak sebagai penjaga keamanan, mengamati sekeliling dari ancaman pemangsa, mengeluarkan seruan peringatan, dan bahkan melancarkan serangan.
Sumber: The Telegraph