Kardinal Papua Nugini jadi Anggota Kehormatan KBK Keuskupan Manado
Kardinal John Ribat mengapresiasi kehadiran KBK Keusukupan Manado. Sebab adanya kelompok-kelompok KBK di Papua Nugini tapi itu tidak bertahan lama.
Penulis: | Editor: Aldi Ponge
Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kardinal Papua Nugini John Ribat MSC menjadi anggota kehormatan Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado.
Selain itu ada nama Pastor Yance Mangkey MSC di Jakarta, Pastor John Mitakda MSC di Roma, dan Pastor Hengky Ponamon di Kuba yang mendapat pin, simbol keanggotaan KBK Keuskupan Manado.
Tarekat MSC sendiri baru didirikan Pater Jules Chevalier tahun 1854 di Issoudon, Perancis. Tarekat ini sudah misioner sejak didirikan dan berkarya dihampir semua belahan dunia.
Kardinal John Ribat MSC mendapatkan pin ketika melakukan pertemuan dengan pengurus KBK Keuskupan Manado di rumah Bendahara KBK Susanto Adriaan.
"KBK ini taat kepada hirarkis. KBK merupakan bidang kategorial gereja dan bukan organisasi masyarakat (ormas)," kata Ketua KBK Keuskupan Manado, Edwin Kindangen.
Katanya, KBK ada di tingkat keuskupan, paroki, stasi atau unit. Semua mengacu pada kebijakan umum keuskupan Manado.
Kardinal John Ribat sangat mengapresiasi kehadiran KBK. Kardinal yang diberi gelar Sir (gelar kebangsawanan tertinggi) oleh Kerajaan Inggris itu menceritakan soal adanya kelompok-kelompok KBK di Papua Nugini tapi itu tidak bertahan lama.
"Undangan-undangan sudah diberikan tapi kemudian sedikit yang datang," kata Kardinal pertama Papua Nugini itu.
Kardinal berjanji akan membawa berita gembira tersebut ke Papua Nugini. Sehingga KBK di sana dapat berkembang seperti di Manado.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/uskup-manado_20170708_174612.jpg)