Ancam Copot Sangadi Nakal, Yasti : Jangan Main Mata Dengan Pihak Ketiga
"Saya tidak akan ragu menaikan upah perangkat desa asal mau meningkatkan kinerja. Bukannya malah sibuk mencari keuntungan pribadi,"
Penulis: Finneke | Editor: Aldi Ponge
Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soepredjo Mokoagow memberi peringatan keras kepada sangadi yang main mata pihak ketiga dalam pengerjaan proyek dana desa.
Dia bahkan tak segan mencopot sangadi dari jabatannya. "Saya tidak akan ragu menaikan upah perangkat desa asal mau meningkatkan kinerja. Bukannya malah sibuk mencari keuntungan pribadi. Kalau kami temukan langsung dipecat," ujarnya.
Yasti memberi contoh ada oknum yang membujuk para sangadi untuk proyek pembangunan lampu tenaga surya di desa.
"Berhati-hati menerima tawaran membangun lampu solar cell memakai anggaran dana desa. Itu menguntungkan oknum tapi merugikan desa," ucapnya menandaskan.
Aktivis pemerintahan Religa Gonibala mengatakan pengawasan dari inspektorat juga harus diperketat. Bila ada temuan bisa langsung diproses.
"Sudah menjadi rahasia umum, dandes merupakan ajang para perangkat daerah mengeruk keuntungan. Akibatnya, alokasi anggaran dandes banyak salah sasaran," ujarnya.
Sebanyak 200 desa di Bolaang Mongondow mulai mengelola dana desa tahap satu senilai Rp 91 miliar. Tahun ini Dinas PMD memperketat dalam mengawasi pengelolaan dana desa.
"Tentu kita belajar dari yang lalu-lalu, terkait pengelolaan desa. Bagaimana pembuatan pertanggung jawabannya. Juga jangan sampai ada penyalahgunaan pos anggaran," ujar Albert Tangkere, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-dana-desa_20160811_193809.jpg)