MUI: Jangan Belanja Berlebihan
HARI Raya Idul Fitri merupakan puncak kemenangan setelah sebelumnya berpuasa satu bulan menahan hawa nafsu.
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-HARI Raya Idul Fitri merupakan puncak kemenangan setelah sebelumnya berpuasa satu bulan menahan hawa nafsu.
Namun demikian dalam menyambutnya jangan sampai berlebihan.
"Karena Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang berlebihan," ujar Kepala Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara (Sulut) KH Abdul Wahab Abdul Gofur LC, Jumat (23/6/2017).
Menurut dia, umat muslim harus bisa menahan diri dalam bersikap menghadapi hari yang fitri. Jangan sampai karena mau Lebaran berbagai barang dibelinya karena infin semuanya serba baru, sehingga makna dari Idul Fitri tidak didapatkannya. Padahal makna kemenangan setelah satu bulan berpuasa berada dalam diri setiap muslim, bukan dalam pakaian baru atau barang lainnya yang baru dibeli.
Oleh karena itu, umat muslim harus berupaya merayakan kemenangan dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT dengan memperbanyak beribadah. "Karena itulah makna Fitri yanf sebenarnya," ungkapnya.
Namun demikian yang tidak boleh dilupakan bagi setiap muslim adalah dengan membayar zakat, sebab tanpa membayarnya ibadah yang dijalankan akan tergantung antara langit dan bumi. "Oleh karena itu jangan sampau lupa untuk membayar zakat, karena hal tersebut hukumnya wajib,"katanya.
Dengan membayar zakat berarti umat muslim telah membayar kewajibannya yang harus terpenuhi. Sebab dalam setiap harta kita ada hak bagi fakir miskin, anak yatim serta lainnya. "Oleh karena itu sebelum waktunya habis, yaitu pada saat Salat Id, sebaiknya segera membayar zakat," ungkapnya.
Hal ini karena pada dasarnya harta yang kita miliki seluruhnya milik Allah SWT, yang dititipkan kepada kita, jangan sampai umat muslim terlena.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/promo-ramadan-di-multimart-megamas_20170525_204023.jpg)