Disperindag Sulut Awasi Beras Oplosan
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan pengawasan terhadap peredaran beras, jangan sampai ada yang oplosan
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan pengawasan terhadap peredaran beras, jangan sampai ada yang oplosan.
"Kami melakukan pengawasan terhadap peredaran beras di pasaran jangan sampai ada yang oplosan," ujar Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut, Hanny Wajong, Rabu (7/6/2017).
Wajong menambahkan sebab di daerah lain ada beras premium yang dicampur dengan kualitas rendah, yang kemudian dijual dengan harga premium. "Biasanya beras kualitas rendah diberi klorin agar terlihat bersih," ungkapnya.
Hal ini tentu saja merugikan masyarakat yang mengkonsumsi, karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Memang sampai saat ini di Sulut belum ditemukan beras yang mengandung pemutih ini, namun guna memastikan aman dari beras tersebut Disperindag terus melakuksn pemantauan terhadap perdagangan beras. Jika ada oknum tertentu yang akan mendistribusikan beras oplosan di sentra perdagangan Kota Manado dan sekitarnya pihaknya akan melakukan tindakan hukum.
Selain itu, pihaknya berharap, jika ada masyarakat yang curiga adanya beras teraebut jangan segan-segan untuk melapor ke pihak berwajib. Ciri beras yang mengandung klorin antara lain putih mengkilap dan licin jika dipegang.
Saat ini harga beras di Manado sekitar Rp10.000 per kilogram. (erv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/beras-putih_20150403_101651.jpg)