Avani Kampanyekan Bahaya Sampah Plastik
Gelas itu sudah diisi dengan air panas. Ia lalu memasukkan kantong bioplastik ke dalam gelas itu.
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Di panggung ruang Dahlia lantai 5 Hotel Aston Manado yang berlatar belakang hijau, Kevin kumala, Chief Green Officer Avani memegang sebuah gelas ukuran besar. Gelas itu sudah diisi dengan air panas. Ia lalu memasukkan kantong bioplastik ke dalam gelas itu.
Setelah kantong bioplastik diaduk-aduk cukup lama menggunakan sendok, Kevin membuat kejutan. Diminumnya air bersama isinya dalam gelas itu sampai benar-benar habis. Ia berhasil membuktikan bahwa produk itu benar-benar ramah lingkungan bahkan bisa dikonsumsi oleh manusia.
Demo itu merupakan bagian kunjungan Avani, perusahaan eco technology asal Bali. Mereka mengunjungi berbagai kota di Indonesia dalam membangun kesadaran tentang bahaya sampah plastik. Produk mereka unik karena bisa terbuat dari ubi kayu, gula tebu, jagung dan berbagai produk organik lain.
Dalam pemaparannya, Rabu (7/6) itu mengatakan ide produknya itu muncul setelah tiga tahun frustasi. Ia menemukan lautan tempat di mana hobinya dilaksanakan (menyelam dan berselancar) tercemar dengan sampah plastik
Kevin bahkan menunjukkan sebuah video bagaimana plastik dikonsumsi oleh biota laut maupun hewan di darat. Sampah plastik ditemukan di kepala kura-kura dan di di perut Sapi.
Kevin mengatakan dunia sudah sangat tercemar dengan sampah plastik. Indonesia katanya "boleh bangga" bisa menduduki urutan dua sebagai penyumbang polusi sampah plastik.
Replace lalu menjadi sumbangan ide yang berbeda dari Kevin selain Reuce, Reduce, and Recyle. Produknya ini mudah terurai dan bahkan bisa menjadi pupuk. Jika mau memenuhi unsur mode, bahan-bahan alam itu bahkan bisa "disulap" menjadi shooping bags.
"Ia menyebut kreativitasnya ini mirip perkembangan alat komunikasi," katanya.
Pemaparan Kevin sangat menarik peserta yang datang dari unsur pemerintah, penguasa dan aktivis itu. Jull Takaliuang mengharapkan Kevin bukan hanya fokus di lautan.
"Lihat saja di Sumompo. Lahan hampir habis karena banyaknya sampah," ujarnya.
Ia menyayangkan penggunaan lahan yang terlalu besar. Ia bahkan mengimpikan lahan itu bisa ditanami Ubi Kayu, bahan pembentuk produk Avani.
"Kampanye selain reuce, reduce, dan recycle yaitu replace harus digalakkan. Saya bersedia menjadi salah aktivisnya," katanya. (dma)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kantong-plastik_20151218_115942.jpg)