Tribun Manado TV
(VIDEO) 35 Lulusan STFSP Diwisuda Pada Hari Kebangkitan Nasional
Sebanyak 35 mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STFSP), Minahasa, Sulawesi Utara, diwisuda pada Hari Kebangkitan Nasion
Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
Laporan Wartawan Tribun Manado, David Manewus
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebanyak 35 mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STFSP), Minahasa, Sulawesi Utara, diwisuda pada Hari Kebangkitan Nasional, Sabtu (21/5/2017).
Wisuda dengan tema pewarta, pelaku nilai kehidupan dalam kemajemukan itu juga diisi dengan sambutan-sambutan soal kebangkitan nasional.
Pastor Agus Sumarauw, Vikjen Keuskupan Manado yang memimpin misa dalam renungannya, misalnya mengangkat tema.
Mereka yang diwisuda katanya harus menjadi pelaku nilai kehidupan dalam kemajemukan.
"Sekarang banyak tempat sudah dibumbui banyak intoleransi, kebencian diciptakan secara sengaja. Di sanalah kita diutus, di sanalah kita hidup dan bergerak membawa perdamaian," katanya.
Semua itu, katanya, harus mempunyai dasar hidup rohani yang kuat.
Ketrampilan, kemampuan berdialog, disertai semangat rendah hati akan memampukan mereka menjadi pewarta nilai-nilai kehidupan.
"Ingatlah non scholae sed vitae discimus, kita belajar bukan hanya untuk sarjana tapi untuk hidup. Kita belajar dalam dan di hidup itu sendiri," katanya.
Memberikan pendapat kepada orang lain katanya harus lengkap, kompeten dan inovatif.
Semua harus menjadi pribadi yang utuh.
Ketua STFSP, Pastor Amri Wuritimur, mengatakan wisuda ini penting sebagai bentuk pertanggungjawaban STFSP kepada pihak terkait.
Secara akademik, mereka menetapkan kelulusan bukan soal secepat-cepatnya tapi soal kualitas.
"Dengan kata lain dapat dicapai dengan proses yang dapat dipertanggungjawabkan. Taat asas, benar, jujur, terbuka dan konsekuen dalam penyelenggaraan pendidikan," katanya.
STFSP tetap berpegang terhadap kebenaran dan kejujuran, katanya walau dengan biaya murah.