Bulog Sulut Perbanyak Operasi Pasar Jelang Ramadan
Perum Bulog Divre Sulawesi Utara dan Gorontalo melakukan stabilisasi harga sembako di Sulawesi Utara (Sulut) dalam rangka Ramadan dan Idul Fitri 2017
Penulis: | Editor: Fernando_Lumowa
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Perum Bulog Divre Sulawesi Utara dan Gorontalo melakukan stabilisasi harga sembako di Sulawesi Utara (Sulut) dalam rangka Ramadan dan Idul Fitri 2017.
"Kami melakukan stabilitasi harga agar jangan sampai harga sembako meningkat," ujar Kepala Perum Bulog Divre SulutGo, Taufan Akib.
Akib menambahkan satu di antaranya dengan mengelar pasar murah di beberapa titik strategis, yang diharapkan dapat memberikan dampak besar kepada harga sembako. "Hal ini karena pada saat Ramadan kebutuhan masyarakat untuk bahan makanan meningkat," katanya.
Titik yang akan dijadikan pasar murah antara Pasar Bersehati, Pinasungkulan dan Pasar Beriman Tomohon. "Pemilihan tiga pasar tersebut karena memiliki letak yang strategis," ujarnya.
Apalagi Pasar Bersehati dan Pinasungkulan berada di Manado yang merupakan kota perhitungan inflasi di Sulut.
Pasar murah tersebut serentak dilakukan Perum Bulog di seluruh Indonesia dalam rangka menjaga stabilisasi harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan selama dua minggu. Dengan komoditi yang dijual antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu dan telur ayam.
Dia berharap pasar murah kali ini akan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat luas. "Dalam pasar murah tersebut harga yang kami jual lebih murah dibandingkan di pasar tradisional dan modern," ungkapnya
Dia mencontohkan seperti gula pasir dijual dengan harga Rp 12.500 per kilogram, beras Rp 96 ribu per 10 kilogram, minyak goreng Rp 27 ribu per dua liter merek premium, minyak goreng kemasan sederhana Rp11 ribu per liter, tepung terigu Rp7.700 per kilogram dan telur ayam Rp35 ribu per baki.
Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut, Hanny Wajong mengungkapkan stabilisasi harga diperlukan agar masyarakat mendapatkan harga bahan pokok dengan harga wajar. "Jika harganya mahal, akan merugikan masyarakat," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sumarsono-tinjau-gudang-beras_20151002_190508.jpg)