Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Beginilah Keadaan Setiap Hari Perpustakaan Daerah Sulawesi Utara

Tiba dan menunggu di gedung Perpustakaan Daerah Sulawesi Utara, Tribun Manado hampir tidak menemukan pengunjung sampai di setiap sudut ruangan besar.

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO-Tiba dan menunggu di gedung Perpustakaan Daerah Sulawesi Utara, Tribun Manado hampir tidak menemukan pengunjung sampai di setiap sudut ruangan besar di dalamnya. 

Di sana sini hanya tampak para Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan staf memakai baju putih berbincang-bincang di beberapa tempat.

Kemarin, Rabu (10/5) mulai pukul 11.00 sampai 12.30 itu, memang termasuk waktu sepi bagi kunjungan para pembaca buku.

Kesepian itu bukan hanya terjadi kemarin. Hampir tiap hari, pengunjung hanya berjumlah satuan, belasan dan yang paling banyak rata-rata berjumlah 30 pengunjung untuk bilangan puluhan.

Tanpa banyak diketahui orang, perpustakaan itu pernah mencapai puncak kejayaan pada tahun 90-an sampai 2000-an awal.

Emma Supit, seorang pustakawan senior mengatakan jumlah pengunjung saat itu mencapai ratusan. Hampir semua kursi terisi.

Emma mengatakan dahulu buku dianggap barang langka. Victor Mailangkay (tokoh politik Sulut) saat masih muda sering berkunjung ke perpustakaan itu.

Kondisi itu berubah saat media sosial (medsos) seperti Facebook dan lain-lain mulai merajai. Kekosongan mulai terjadi dan ruangan khusus anak-anak sudah tidak dipakai lagi.

"Kami pernah membuat lomba bercerita," tambah Deetje, pustakawan yang lain.

Meiva Fransiska , seorang siswa SMA mengaku belum pernah mengunjungi perpustakaan daerah. Ia hanya suka mengunjungi toko buku Gramedia karena lebih nyaman dan lebih dekat sekolah. Ia lebih suka mencari bahan pelajaran di internet.

Matje Bulele (45), lulusan IKIP Manado yang ditemui membaca di perpustakaan mengatakan suka membaca. Apalagi saat ia sudah tidak mengajar dan menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT) biasa.

"Kalau beli mahal. Suka buku kesehatan dan ketrampilan," ujarnya.

Indri (28), mengaku membuat tugas. Ia mahasiswi STIKES Muhamadiyah.

"Tidak suka sih ke perpustakaan karena bisa pakai internet. Walau tidak semua ada di internet," katanya.

Linda Kotambunan, sekretaris dinas perpustakaan Sulut mengatakan hampir semua pengetahuan ada di internet. Ia ingat kelakar pendeta bahwa sekarang orang lebih suka bawa alki-tab daripada alkitab

"Kami tetap melaksanakan perpustakaan keliling. Itu untuk menarik minat baca," ujarnya. (David Manewus)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved