Tribun Manado TV
(VIDEO) Pohon Jomblo, Spot Foto Keren di Desa Matani
Spot foto yang menarik selalu diburu oleh para pecinta fotografi dan alam bahkan bagi para anak muda yang selalu ingin tampil eksis dengan hasil bagus
Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
Laporan wartawan Tribun Manado Fionalois Watania
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG – Spot foto yang menarik selalu diburu oleh para pecinta fotografi dan alam bahkan bagi para anak muda yang selalu ingin tampil eksis dengan hasil jepretan di tempat yang indah.
Di Desa Matani Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara, akhir-akhir ini sering dikunjungi banyak orang untuk sekedar berfoto.
Nama daerah ini semakin dikenal banyak orang beberapa bulan belakangan karena memiliki spot foto yang indah yang bahkan memiliki nama unik yaitu Pohon Jomblo.
Sesuai dengan namanya, pohon jomblo ini adalah satu pohon yang tumbuh di atas bukit pasir dekat pesisir pantai Desa Matani.
Nama pohon ini memang sengaja dinamakan oleh pengunjung yang sudah berfoto lewat hastag di akun mesia sosial.
Uniknya, jika air surut, rerumputan yang tumbuh subur terlihat jelas sehingga jika memotret dengan angle yang pas seakan-akan Anda berfoto di atas bukit yang tinggi dengan rerumputan yang rimbun.
Keunikan lain yang bisa Anda dapatkan jika berfoto di sini adanya sungai yang berada di samping bukit sedangkan di sisi yang lain adalah laut.
Tribun Manado pun berkesempatan mengunjungi spot wisata yang satu ini.
Angin yang berhembus ditambah suara deru ombak menemani perjalanan anda.
Sebelumnya anda harus melewati hutan bakau dan juga menyeberangi sungai kecil.
Waktu yang terbaik untuk berfoto ditempat ini adalah pada pagi hari karena bertepatan dengan air surut serta sorotan matahari yang membuat hasil foto semakin jelas.
Sedangkan jika diabadikan siang hari, maka sorotan matahari akan berada di belakang pohon sehingga bagi anda penyuka foto full colour hanya bisa berpuas dengan foto Siluet.
Yoppi Kalumata, warga Matani Lingkungan III mengatakan beberapa bulan terakhir kepopuleran spot foto tersebut semakin tinggi.
“Pada awalnya ada yang berfoto di sana untuk prewedding. Semenjak dari situ semakin banyak yang tahu dan datang untuk berfoto.