Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Olly dan JWS Ikut Menari Bersama Ribuan Anak

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS) nyanyi dan menari.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Lodie_Tombeg
tribun manado
Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Bupati Minahasa Jantje Sajow bersama anak-anak di Tondano. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS) nyanyi dan menari bersama ribuan anak sekolah minggu saat menghadiri kegiatan Paskah Anak Sinode GMIM di Lapangan Sam Ratulangi Tondano, Sabtu (29/4).

Tak ketinggalan Dandim 1302 Minahasa Letkol Inf Joubert Purnama, Ketua Sinode GMIM Pendeta HWB Sumakul, Ketua Komisi Anak Sinode GMIM Meike Pangemanan dan jajaran, Ketua Panitia Paskah dan Hari Anak GMIM Olga Singkoh, pendeta wilayah, serta seluruh guru sekolah minggu.

Mereka menyanyikan lagu anak sambil dipandu gerakannya oleh beberapa guru di depan panggung. Riuh dan sukacita terlihat di wajah mereka. Tak ada jarak, kedua pemimpin Sulut dan Minahasa ini dijepit oleh ribuan anak.
Selain menyanyi dan menari bersama, mereka juga menyaksikan beberapa pertunjukan yang manjadi bagian dalam rangkaian ibadah paskah dan hari anak GMIM tersabut, sebelum dlajutkan dengan khotbah yang disampaikan oleh Ketua Sinode GMIM.

Di awal khotbahnya, Pendeta Sumakul menyatakan, kekagumannya terhadap nyanyian disertai gerakan yang kompak dari semua anak sekolah minggu. "Itu berarti koordinasi pelayanan cukup jelas dia. Ia mengatakan berkhotbah untuk anak sedikit sulit lantaran harus mengerti psikologi anak dengan berbaur. Ia mengatakan kepada anak-anak, bahwa orang tua sangat mengasihi anak-anaknya, meski terkadang suka marah-marah kalau anak berbuat salah.

"Itu karena mereka mengasihi kalian, begitu juga Tuhan Yesus yang tidak senang terhadap perbutan dosa tetapi mengasihi kalian," ujarnya. Anak-anak sekolah menggu menurutnya sering dijadikan bagian yang tidak penting dalam gereja, padahal sebenarnya merekalah yang harus diutamakan karena mereka adalah generasi penerus gereja masa depan.

"Anak-anak sekolah minggu harus mendapat pelayanan yang adil, sebab masa depan tidak terlepas dari kehidupan masa kini, dan kejujuran dan kepolosan adalah bagian dari kerajaan Allah," jelas dia.

Pun menurutnya, guru sekolah minggu adalah bagian yang penting dalam pelayanan gereja, sebab jika anak dilayani dengan baik mayarakat dan bangsa akan baik pada masa depan. "Marilah kira mengasihi anak-anak, didik mereka mengasihi Yesus dan menjadikan Tuhan Yesus sebagai pusat kehidupan," jelasnya. Ia meminta guru sekolah minggu harus berbangga diri sebab mereka adalah pembentuk generasi masa depan.

Kepada orangtua juga, ia berpesan agar terus menjaga anak dan mendidik mereka mengasihi Tuhan Yesus juga mengasihi orangtua dan saudara. "Jangan jadikan televisi sebagai pusat kehidupan anak, makanya meraka harus didik dengan baik," jelas dia.

Olly mengawali sambutannya dengan mengelukan yel-yel Paskah. "Kristus telah bangkit haleluyah, haleluyah Kristus telah bangkit," serunya.

Ia mengatakan, bahwa kehadiran anak sekolah minggu merupakan sukacita untuk memuji Tuhan Yesus yang sudah bangkit. Ia juga mengapresiasi apresiasi guru sekolah minggu dan panitia.

"Terima kasih karena sudah membawa anak dalam ibadah raya Paskah, anak-anak ini milik masa depan Sulut, pertumbuhan mereka akan menjadi tanggung jawab bersama orangtua, guru sekolah minggu, dan tokoh masyarakat, bawa anak kita tekun dan selalu ingat akan Tuhan Yesus," ujarnya.

Masa kanak-kanak sangat penting penting untuk dididik, dibina, dan diarahkan agar memiliki karakter yang kuat, kemandirain dalam berpikir, bertindak, cerdas inovatif, kreatif dan pribadi yang takut akan Tuhan, sebagai pilar gereja," jelasnya.

Ia meminta kepada Komisi ASM untuk memainkan peranan optimal untuk memberikan pencerahan kristiani yang berdasar nilai Alkitabiah. "Menjadi pergumulan, perkembanga iptek telah bawa dampak besar bagi tumbunh kembang anak baik mental dan perilaku," jelasnya.

Melalui momen paskah, bisa melakukan evaluasi dan introspeksi, agar guru sekolah minggu memberikan peran dan kortibusi untuk menyiapkan generasi penerus, mendidik dalam memberikan landasan etis moral dan spiritual, jadikan mereka generasi penerus yang berakar dalam Tuhan," jelasnya.
ASM menurutnya harus dididik menjadi pribadi takut akan Tuhan agar apa yang dicita-citakan dapat terwujud di kemudian hari.

Ketua Komisi Anak Sinode GMIM megatakan Paskah merupakan pesan rohani untuk tetap setia memikul salib Kristus, dan sukacita untuk membentuk tunas bangsa. "Ini momen evaluasi diri dalam melani akan-anak, jangkaulah semua anak, maka ada masa depan kemenangan untuk anak-anaknya," jelasnya.
Ia juga mengajak kepada seluruh guru sekolah minggu dan anak sekolah mingu untuk terus berkarya tanpa lelah.
Olga Singkoh sangat bersyukur bisa melaksanakan Paskah yang artinya kemenangan kebangkitan Tuhan Yesus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved