Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Remaja Padati Lapangan Schwarz Langowan

Ribuan remaja Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) memadati jalanan pusat Langowan, Senin (24/4).

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Lodie_Tombeg
tribun manado
Pawai Paskah remaja GMIM di Langowan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Ribuan remaja Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) memadati jalanan pusat Langowan, Senin (24/4).

Mereka menyusuri jalanan Langowan sesuai dengan rute yang sudah ditetapkan untuk pelaksanaan pawai Paskah Remaja Sinode GMIM.

Mereka terlebih dahulu mengikuti ibadah Paskah di Lapangan Schwarz Langowan yang dipimpin oleh Pendeta HWB Sumakul, Ketua Sinode GMIM.

Hadir Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS), Ketua Remaja Sinode GMIM Moudy Rondonuwu dan komisi, perwakilan Dewan Gereja se-Dunia dan se-Asia, anggota DPRD Minahasa, serta undangan lainnya.

Pada kesempatan itu sempat ditampilkan atraksi penyaliban Yesus Kristus. Pendeta HWB Sumakul mengajak remaja untuk membaca kisah Thomas. Dia menjelaskan bahwa Thomas mau melihat langsung bahkan mencucukan jarinya ke lambung dan tangan bekas paku Yesus untuk percaya.

"Itu artinya marilah datang kepada Yesus masukkan luka kita kepada-Nya, pasti Luka Yesus menyembuhkan luka kita, lewat doa kita berjumpa dengan Tuhan daripada membelakangi Tuhan," jelasnya.

Dia menambahkan, Tuhan Yesus yang bangkit turut menangis karena luka kita, karena Dia mengasihi kita. "Tangan Yesus sedang terbuka menunggu kita untuk berjumpa dengan kita supaya dengan bilur-Nya kita menjadi sembuh," jelas dia.

Ketua Sinode mengajak sebagai remaja jangan lagi melukai orang lain karena kita dipakai Tuhan untuk menyembuhkan luka diri kita dan orang lain. "Banggalah punya teman yang hebat, banggalah memiliki orangtua yang luar biasa, pelayan GMIM yang luar biasa," jelasnya.

Dia merasa bangga karena sampai saat ini remaja GMIM tetap mengasihi Yesus. "Jadilah anak yang luar biasa, siswa yang luar biasa, kalah ada tekanan datanglah kepada Yesus yang luar biasa, jadilah anak pintar, taat orangtua, taat aturan, dan jadilah duta gereja dan bangsa," jelasnya.

Sumakul mengatakan, bahwa ini adalah periode terakhir kepemimpinannya, dan berharap para remaja tetap meneruskan pekerjaan gereja di masa akan datang.

"Tetap membawa semangat nasionalisme Pancasila, mari lanjutkan pelayanan dan kasihi Tuhan Yesus supaya kita memiliki pengharapan," jelasnya.

Bupati JWS mengatakan, bahwa tadi ketika atraksi awan gelap hujan turun dan remaja lari. "Boleh lari karena hujan tapi jangan lari dari Yesus," jelasnya.

Paskah merupakan momentum sejarah iman yang merefleksikan makna sebuah pengorbanan Yesus Kristus, dan kebangkitan-Nya atas maut.

"Allah telah menampakkan wujud cinta kasih-Nya yang paling sempurna, penyaliban sampai kebangkitan dari kematian menandai sebuah kemenangan atas maut, karena jika Yesus tidak dibangkjan, maka sia-sialah iman kita," jelasnya.

Ia menambahkan, Yesus telah memberi teladan hidup rela berkorban untuk sesama, tulus dan penuh pengharapan. "Paskah harus menjadi sumber kekuatan dan motivasi spiritual agar remaja memiliki ketangguhan iman untuk menghadapi tantangan zaman," jelas dia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved