Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Manado TV

(VIDEO) Begini Cara Tunanetra Mengenali Ciri-ciri Uang Rupiah Baru

Di depan Sekretariat Persatuan Penyandang Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sulawesi Utara (Sulut) di Paal 4 Kecamatan Paal 2 Manado, telah berdiri tenda

Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie

Laporan Wartawan Tribun Manado, Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Di depan Sekretariat  Persatuan Penyandang Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sulawesi Utara (Sulut) di Paal 4 Kecamatan Paal 2 Manado, telah berdiri tenda sederhana.

Lengkap dengan kursi-kursi yang telah penuh diisi oleh para anggota Pertuni dari berbagai kabupaten/kota yang sengaja datang untuk mendengarkan sosialisasi dari Bank Indonesia(BI) mengenai ciri-ciri uang rupiah emisi 2016, Rabu (19/4/2017).

Wajah Marthen Sekun (46), penyandang disabilitas terlihat begitu serius mendengarkan penjelasan dari petugas Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) mengenai ciri-ciri uang rupiah tahun emisi 2016.

Tongkat kecil dari almunium dipegang erat tangannya, agar jangan sampai hilang.

Sebab tongkat tersebut menjadi alat bantunya beraktifitas.

"Uang rupiah yang baru ini mudah dikenali, karena ada tanda garis-garisnya pada ujung satu di antara sisinya jika diraba," ujarnya.

Dengan ciri-ciri semakin sedikit garisnya, semakin besar nilai rupiah, sehingga semakin mudah dikenali.

Biasanya kalau uang rupiah yang lama, cara mengenalinya berdasarkan panjang uangnya.

Atau kalau kesulitan minta bantuan orang lain untuk mengetahui nilainya. Selama ini sehari-hari dirinya berjualan kacang, tisu atau bermain keyboard. "Selama ini saya bersyukur dapat mengetahui nilai uang rupiah, meskipun minta bantuan kepada orang lain," ungkapnya.

Sedangkan Wakil Ketua Pertuni Sulut, Azis Ismail mengungkapkan merasa bersyukur dengan adanya sosialisasi uang baru dari Bank Indonesia, sebab saat ini seluruh penyandang disabilitas bisa dengan mudah mengenali ciri-ciri uang rupiah.

"Biasanya untuk mengenali uang rupiah, saya biasanya panggil anak," tuturnya.

Saat ini Pertuni di Sulut memiliki empat cabang antara lain Manado, Minahasa, Minsel dan Kotamobagu seluruh anggotanya tersebar di berbagai tempat.

"Saya berharap akses ke perbankan juga dipermudah, sebab selama ini masih kesulitan," ungkapnya.

Deputi Direktur Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Sulut, Buwono Budisantoso mengungkapkan sosialisasi yang dilakukan agar penyandang disabilitas mengenali rupiah dengan baik.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved