Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Novel Baswedan Dirawat Intensif di Singapura dengan Penjagaan Ketat

Setiap pengunjung yang memiliki Id khusus harus menscan di pintu masuk agar dapat terbuka secara otomatis.

Editor: Fransiska_Noel
ist
Penyiram Air Keras ke Wajah Novel Baswedan Berjumlah Dua Orang ist Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diteror usai salat subuh berjemaah di masjid di sekitar rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Wajah penyidik senior KPK tersebut disiram air keras oleh seseorang yang tidak dikenal. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SINGAPURA - Lalu-lalang pengunjung dan pekerja di rumah sakit Singapore General Hospital Singapura siang itu cukup padat.

Apalagi saat itu jam makan siang tiba, mereka pun tampak antre di tempat-tempat makan yang tersedia di dalam komplek Singapura General Hospital Singapura.

Singapura General Hospital menjadi tempat dirawatnya Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Ia dirujuk berobat ke Singapura dan tiba di Kota Singa itu, Rabu (12/4/2017) kemarin.

Dari penelusuran Tribun, nama Novel Baswedan tidak tercatat sebagai pasien di Singapura National Eye Centre.

Seorang wanita di bagian informasi menyarankan untuk mencari informasi tersebut di Singapura General Hospital.

Berada di satu komplek, rumah sakit ini hanya berjarak 50 meter dari Singapura National Eye Centre.

Akhirnya pencarian berbuah hasil, penyidik KPK tersebut tercatat dirawat di Singapura General Hospital dengan nama Novel Salim Baswedan.

Ia dirawat di kawasan blok 4, tepatnya di lantai 3 dengan nomor kamar 28.

Berbekal informasi tersebut, Tribun melakukan penelusuran lagi.

Rumah sakit ini terdiri dari tujuh blok.

Pengunjung dapat dengan mudah mencari blok yang dituju. Papan penunjuk jalan yang tersebar di setiap lorong rumah sakit ini memudahkan pengunjung.

Dalam hitungan menit, Tribun dapat menemukan blok 4, namun sayangnya untuk menuju tempat dimana Novel Baswesan dirawat tak semudah dibayangkan.

Ketika Tribun mencoba masuk, seorang sekuriti menanyakan Identitas dan ketika mengetahui tidak memiliki Identitas, ia menyarankan untuk mendaftar.

Untuk membuat kartu pengunjung pun cukup sulit, dibutuhkan konfirmasi yang valid tentang pasien yang akan dikunjungi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved