Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sambur Menyesal David Tak Ikut Ujian

kepala sekolah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Maranatha selalu sedih menatap sebuah kursi kosong salah satu bilik kelas

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Ruangan ujian nasional berbasis komputer di SMK N 1 Kotamobagu yang mnggunakan ruangan laboratorium sekolah. Foto ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Robert F Sambur, kepala sekolah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Maranatha selalu sedih menatap sebuah kursi kosong salah satu bilik kelas, Senin (3/4). Di baris kedua dari arah pintu masuk itu siswanya David Lambanaung seharusnya duduk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

David merupakan pendaki yang meninggal di kawah gunung lokon beberapa waktu lalu. Sambur mengaku menyesal dengan hal itu.

"Begini ini david pe tampa duduk (seharusnya ini tempat duduknya David). Kasiank (Kasihan)," katanya.

Sambur mengaku beberapa waktu lalu sudah mengingatkan anak didiknya sebelum ujian. Ia mengatakan selalu ada kendala-kendala sebelum ujian.

"Saya katakan jangan dulu ada kegiatan apapun. Tapi David tidak mendengarkan," katanya.

Saat kejadian, ia baru keluar kota. Ia baru mendengar berita itu dari guru sekolahnya.

"Himbauan saya tidak dihiraukan. Saya sakit hati dan kecewa," katanya.

Sambur mengaku sebenarnya mengatakan hal itu karena pengalaman. Tiga tahun lalu katanya ada siswa yang gagal ujian.

"Ia terlibat pemerkosaan. Itu dua minggu sebelum ujian," katanya.

Dua tahun lalu juga katanya ada siswanya yang dituduh mencuri sepeda motor padahal tidak terlibat. Sang siswa pun gagal ikut ujian. (dma)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved