Ada Kisah Davao, Bitung dan Manado
Davao merupakan kota terbesar dan ibu kota utama di Pulau Mindanao. Apa yang warga Sulawasi Utara ketahui tentang kota asal Presiden Filipina.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, SOLO - Kolumnis Asia Tenggara, Karim Raslan menyebut, melalui Ceritalah ASEAN menjadi jembatan penghubung dalam mengenalkan ASEAN ke masyarakat suatu daerah dan sebaliknya. Edisi perdana event ini diselenggarakan di Solo.
Diskusi Ceritalah ASEAN berlangsung seru. Setelah dari solo, diskusi bakal digelar di Davao, kota di Filipina yang sangat dikenal di Sulawesi Utara.
Davao merupakan kota terbesar dan ibu kota utama di Pulau Mindanao. Apa yang warga Sulawasi Utara ketahui tentang kota asal Presiden Filipina, Rodrigo Duterte ini?
Sebagian besar warga Sulut mengetahui bahwa antara daerah ini dengan Davao menjalin hubungan kerjasama antar dua negara, pengamanan perbatasan serta hubungan ekonomi dan bisnis.
Tapi tahukah warga Sulut tentang budaya atau pariwisata di Davao?
Dari penuturan Editor in Chief Mindanao Times, Amalia Bandiola‑Cabusao saat gelaran Ceritalah ASEAN yang digelar KRA Group di Solo, pekan lalu, sebenarnya ada banyak kesamaan antara Davao dan Sulawesi Utara. Dua daerah ini menjalin sister city atau kota kembar sejak 1993 lalu.
"Davao bisa dibilang sebagai kota tak pernah mati, sama seperti beberapa daerah di Sulut misalnya Manado dan Bitung," kata wanita yang biasa disapa Amy ini.
Menurutnya, Manado dan Bitung mengandalkan pariwisata dan sektor perikanan, begitu juga dengan Davao.
Meski belum pernah berkunjung ke Manado dan Bitung, tapi Amy tahu bahwa kekayaan alam di dua daerah ini, serta hasil laut menjadi andalan. Terbukti dengan adanya investor Davao yang memiliki usaha di daerah ini.
"Saya juga tahu kalau di sana (Manado dan Bitung) ada begitu banyak rumah ibadah, terutama gereja. Jika kamu berkunjung ke Davao terkenal dengan gereja dan budayanya yang sangat terpengaruh oleh Spanyol," ujar Amy.
Sama halnya seperti Manado dan Bitung, suasana Natal di Davao sudah bisa dirasakan sejak bulan September. "Mall, hotel, angkutan umum sudah meriah dengan pernak‑pernik dan lagu‑lagu natal," tuturnya.
Untuk kuliner, kata Amy Davao juga mengandalkan ikan sebagai menu utama. Di Davao, ada menu ikan tuna yang disajikan dengan cuka dan lemon. Menu ini jika di Manado atau Bitung lebih dikenal dengan nama Gohu Ikan.
Di Davao, ada minuman yang namanya Salabat. Minuman itu terbuat dari rebusan air jahe, yang ditambahkan dengan gula merah atau bisa juga dicampur dengan susu. Menu ini jika di Manado sebutannya Saraba.
"Selama ini yang selalu dipromosikan baik dari pemerintah Filipina dan Indonesia khususnya Sulut hanya sebatas ekonomi saja. Saya rasa orang Sulut belum banyak yang tahu kalau di Davao ada tempat‑tempat pariwisata yang mungkin tidak kalah dari Sulut," tuturnya.
Langkah awal agar kerjasama pariwisata bisa berjalan, harus ada penerbangan langsung dari Manado menuju Davao.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/karim-raslan_20170329_182746.jpg)