Tribun Manado TV
(VIDEO) Dua Kali Ekspor ke Amerika, Kini Pabrik Kopi Pria Ini Gulung Tikar
Pabrik kopi bubuk rebusta Cap Kapal Ferry di Desa Bongkudai Baru Kecamatan Mooat, Boltim, Sulawesi Utara, terpaksa gulung tikar.
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Alexander Pattyranie
Laporan Wartawan Tribun Manado, Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Pabrik kopi bubuk rebusta Cap Kapal Ferry di Desa Bongkudai Baru Kecamatan Mooat, Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, terpaksa gulung tikar karena kekurangan modal usaha.
Ferry Mewengkang (62) pemilik pabrik kopi mengungkapkan usaha pembuatan kopi bubuk tersebut mulai beroperasi pada akhir 2014.
Usahanya tersebut diresmikan Bupati Boltim Sehan Landjar pada Maret 2015.
"Kopi saya sudah ada merek yakni cap kapal ferry.
Kopi sudah dua kali diekspor ke Amerika hampir dua ton," ungkapnya, Kamis (30/3/2017).
Tak hanya itu, kopi hasil produksinya pun sudah beberapa kali dikirim ke Surabaya dan beberapa daerah lainnya.
"Saya juga sudah mendistribusikan ke warung dan toko di sini hingga ke Manado," jelasnya.
Upayanya tersebut membuahkan hasil dengan menerima penghargaan kelembagaan petani berprestasi tingkat nasional pada 2015.
"Saya dan para teladan lain diundang upacara di istana negara. Saya menerima piagam dan trofi yang diserahkan oleh presiden dan menteri pertanian," jelasnya.
Jarinya diarahkan ke arah dinding rumahnya. Tampak fotonya menerima penghargaan dari presiden dan menteri pertanian. "Semua perizinan usaha lengkap," ucapnya.
Sayangnya usaha pembuatan kopi bubuk tersebut tak berjalan lama karena harus guling tikar pada awal 2016.
"Ibaratnya sudah lepas landas, tinggal kandas. Ini karena tak ada modal. Kami mengalami peristiwa pencurian uang sedangkan tak pernah mendapat bantuan dari pemerintah," jelasnya.
Padahal permintaan kopi makin banyak yang datang kepadanya.
Bahkan ekspor ke Amerika tak dibatasi kuota.