Polres Minahasa Minta Ortu Waspada Pelaku Cabul
Masyarakat Minahasa khususnya yang memiliki anak diminta untuk waspada terhadap berkeliarannya predator cabul terhadap anak.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO- Masyarakat Minahasa khususnya yang memiliki anak diminta untuk waspada terhadap berkeliarannya predator cabul terhadap anak.
Meski itu adalah orang terdekat harus tetap mendapat pengawasan, pasalnya beberapa kejadian cabul di Minahasa didominasi oleh orang terdekat ataupun termasuk sebagai anggota keluarga.
Bahkan kasus terbaru di Minahasa, tersangkanya adalah seorang guru agama yang sangat alim dan memiliki sikap lembut namun siapa sangka menjadi predator cabul mengerikan untuk anak.
Menurut data Polres Minahasa selang bulan Januari hingga Maret 2017 terjadi 9 kasus kekerasan terhadap anak, enam di antaranya adalah kasus cabul yaitu Februari 3 kasus cabul dan Maret 3 kasus cabul, sementara bulan Januari ada tiga kasus yang tergolong kekerasan.
"Kebanyakan pelakunya adalah orang yang usianya sudah tua, tapi ada juga yang masih muda, dan memang kebanyakan orang yang sudah dekat atau terbiasa dengan korban," jelas AKP Edy Kusniadi Kasat Reskrim Polres Minahasa.
Seperti diceritakan oleh satu korban cabul yang baru saja terjadi di Tompaso sebut saja bunga (11), ia mengatakan mendapat perhatian khusus dari pelaku cabul terhadap dirinya yang ternyata mempunyai modus untuk melakukan tindakan percabulan.
Di sekolah tempat kejadian, bunga sering datang lebih awal lantaran memang murid rajin di sekolahnya, itulah yang dimanfaatkan pelaku untuk berbuat cabul.
Korban yang sering datang tersebut sering diminta untuk membersihkan sekolah, termasuk ruang guru, saat itulah biasanya pelaku melakukan aksi cabul dengan merabai bagian tubuh korban, bahkan pernah menciumi bagian pantat korban.
Perbuatan terakhir pelaku adalah menjilati kemaluan korban, sehingga korban menceritakan hal tersebut kepada neneknya yang kemudian melaporkan perbuatan bejat tersangka ke pihak kepolisian.
"Anak ini cerita sama saya, sambil menangis dia ceritakan semua perbuatan gurunya tersebut kepadanya dari mulai diraba-raba sampai diciumi kemaluannya," jelas Oma korban.
Korban mengaku tak bisa menghindar lantaran takut dan merasa terancam oleh sang guru."Kadang dia jepit pakai kakinya," ujar bunga polos.
Hal tersebut menjadi trauma untuk korban yang masa depannya masih jauh, bahkan penyidik pun harus menggunakan beberapa cara untuk mendapatkan keterangan dari korban.
Selain bunga, di sekolah tersebut ada tiga korban lainnya yang dilakukan sama oleh tersangka.
Kasus tersebut saat ini sementara ditangani oleh Unit PPA Polres Mjnahasa."Kita sementara ambil keterangan dari korban, dan akan mengumpulkan bukti lainnya, dan tersangka sudah kami tahan," jelas Aiptu CH Polla Kanit PPA Polres Minahasa.
Ia berharap agar orang tua senantiasa memantau aktifitas anak, agar terhindar dari predator cabul yang mengancam setiap saat."Tetap waspada dan segera laporkan jika terjadi seperti itu, karena masa depan anak sangat penting," jelas dia. (Amg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/utu-pelaku-cabul-di-minahasa_20170323_213849.jpg)