3,7 Juta Warga Filipina Terlibat Narkoba
Penyalagunaan obat terlarang dan narkotika di Filipina sudah berada pada batas memprihatinkan.
Penulis: Lodie_Tombeg | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Penyalagunaan obat terlarang dan narkotika di Filipina sudah berada pada batas memprihatinkan. Diperkirakan 3,7 juta orang di negara ini terlibat narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Mereka banyakan berasal dari desa.
Sebanyak 11.321 desa (27 persen) dari 42.065 desa di sana telah dipengaruhi narkoba. Sementara untuk perkotaan ada 1.706 perkampungan, 1.611 di antaranya terpengaruh zat mematikan ini.
Pemerintah Filipina melalui Badan Anti-Narkoba telah melakukan kampanye sejak 1 Juli 2016 hingga 30 Januari 2017. Berikut data yang dirilis Konsulat Jenderal Filipina di Manado pada Senin (26/3);
* Rumah Dikunjungi: 7.026.844, Menyerah diri: 1.181.386, Pengguna: 1.102.010 , Terlibat: 79.376
* Operasi Dilakukan: 43.432, Ditangkap: 53.974, Pengguna: 25.694, Terlibat: 28.280
* Tewas Lantaran Obat: 2.602, Jumlah total: 1.237.962, Menyerah: 1.181.386 (95,43%), Ditangkap: 53.974 (4,36%), Tewas: 2602 (0,21%)
* Target (HVT/high value targets) pada 31 Desember 2016 Jumlah Sasaran: 942, Target HVT Prioritas Dicatat: 571, Sisa Target: 371, Menyerah: 388, Ditangkap: 126, DUI: 32, Tewas: 25, Tidak terhitung: 371
* Kepolisian Nasional Filipina (PNP) telah melakukan investigasi dari 20 Juli 16-13 Januari 2017. Dari 1.785 operasi yang melibatkan 1.123 personel telah mengakibatkan terbunuh 2.144 tersangka. Status dari penyelidikan: 851 yang tertunda investigasi, 27 investigasi telah dihentikan, 494 dalam penyelidikan, 379 telah dijatuhkan vonis dan ditutup, 34 masih diproses
* Polisi dan AFP yang tewas sejak Juli 2016 ke 30 Januari 2017: PNP Tewas: 35,Terluka: 87, AFP Tewas: 3, Terluka: 20
* Penyelidikan internal Sejak Juli 2016 - Januari 29 2017 (tes narkoba Sejak 1 Juli 2016 - 25 Januari 2017 139 (133 PNP 6 NUP), 1 Januari 2016 - 30 Juni 2016 ada 58 (57 PNP / 1 NUP) total: 197
* Direktorat Intelijen dan Kontra Intelijen (DI CI) merilis: 1.181 kasus, pelanggaran administratif: 21, pidana: 21, Tewas: 21, DUI: 11, Ditangkap: 54, Menyerah di bawah Pengumuman dari PRRD ini: 43, Sukarela Menyerah: 18 PNP / 1 NUP, Total jumlah personil di bawah pengawasan: 625
Presiden Rodrigo Duterte telah membentuk Komite Antar-Agen Anti-Narkoba (ICAD/Inter-Agency Committee on Anti Illegal Drugs) melalui penerbitan perintah pada tanggal 6 Maret 2017. Filipina melibatkan berbagai lembaga untuk memerangi narkoba. Juga memaksimalkan upaya pemerintah mendukung kampanye.
ICAD dipimpin oleh lembaga penegak narkoba Filipina (PDEA/Philippine Drug Enforcement Agency), yang diberi mandat dan melakukan kampanye nasional untuk melakukan program pencegahan narkoba dan obat terlarang.
Komite antar-lembaga ini terdiri dari: Dewan Narkotika, Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah, Departemen Kehakiman, Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan, Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan, Departemen Perdagangan dan Industri, Departemen Pertanian, Departemen Pertahanan Nasional Pendidikan Teknis dan Pengembangan Keterampilan, Badan Informasi Filipina, Kantor Publik, Kantor Pengacara Umum, Penjaga Pantai Filipina, Kepolisian Nasional Filipina, Biro Investigasi Nasional, Biro Bea Cukai, Biro Imigrasi, Angkatan Bersenjata Filipina, Dewan Anti-Pencucian Uang.
Meskipun berbagai aspek seperti kampanye obat terlarang, rehabilitasi, serta penegakan hukum sudah sesuai prosedur dan mekanisme pemerintah, namun tuduhan pembunuhan tanpa proses hukum terus mendiskreditkan pemerintah. Presiden telah menegaskan bahwa pemerintah harus peka terhadap kewajiban Negara untuk mempromosikan, melindungi, dan memenuhi hak-hak warga, khususnya masyarakat miskin, kaum marjinal, keadilan sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/filipina-narkoba_20161101_134224.jpg)